Bab 7. Bawa Dia Padaku

1041 Words
Zoey menenangkan diri setelah bertemu dengan Rain. Dia pikir pria itu sudah tidak ada di dalam hati, dia kira dia telah menyingkirkan cintanya tapi rupanya tidak semudah yang dia kira. Zoey meminum pil kontrasepsinya sambil menahan tangisan. Bagaimanapun Rain adalah pria yang begitu dia cintai. Mereka telah merencanakan masa depan indah berdua tapi sayangnya semua berakhir begitu saja. Tidak ada satupun yang mau dikhianati begitu juga dengannya tapi kejadian yang menimpa dirinya di malam pernikahannya sedikit membuatnya bersyukur. Gara-gara penyakit yang dia derita membuat kedua matanya terbuka dengan lebar sehingga dia bisa melihat siapa pria yang dia cintai selama ini. Kata-kata manis yang selama ini Rain ucapkan rupanya hanya sebuah tipuan semata dan perlakuan baik yang Sandra tunjukkan pada dirinya juga palsu. Entah apa motif Sandra pengkhianati dirinya, dia tidak tahu. Seharusnya dia mengintrogasi Sandra sambil memukul wajahnya supaya dia mau bicara. “Semua akan baik-baik saja, Zoey,” dia berusaha menenangkan diri sendiri karena dia tidak boleh terlalu memikirkan hal itu sebab penyakitnya akan kambuh tanpa dia inginkan. Rasa gugup membuat penyakitnya kambuh di malam pernikahannya. Syukurlah, penyakitnya telah menyelamatkan dirinya dari orang-orang yang munafik. Zoey memutuskan pergi ke perusahaan ayahnya karena dia ingin membahas perceraian lebih lanjut. Dia ingin terbebas dari Rain secepatnya karena dia tidak ingin melihat rupa penghianat itu lagi. "Dad, aku datang!" “Zoey,” ayahnya yang sedang sibuk tidak menyangka jika putrinya akan datang. “Apa aku mengganggu waktu Daddy?” Zoey menghampiri ayahnya. “Tentu saja tidak. Bukankah kami sudah memintamu untuk beristirahat di rumah? Jika keadaanmu belum membaik, lebih baik kau diam saja di rumah.” “Aku sudah baik-baik saja, Dad. Terima kasih telah mengkhawatirkan aku.” “Jika begitu untuk apa kau datang, apa kau menginginkan sesuatu?” “Dad, kau tahu apa yang sangat aku inginkan” Zoey duduk di kursi yang ada di hadapan ayahnya, “Aku sudah sangat ingin berpisah dengan Rain. Bisakah Daddy membantu aku mencari pengacara agar hubungan kami berdua cepat berakhir?” Dia yakin ayahnya pasti akan membantu. “Daddy sudah meminta pengacara Daddy untuk membantumu tapi pernikahan kalian berdua masih seumur jagung. Daddy rasa tidak semudah itu untuk berpisah dengannya.” “Please, Dad. Apa pun caranya, aku ingin segera berpisah dengannya. Aku juga ingin Daddy menghentikan bantuan yang Daddy berikan pada perusahaan Rain. Tidak ada alasan bagi Daddy untuk melakukannya lagi!” Meski ayahnya sudah berjanji akan memberikan bantuan itu setelah mereka menikah, tapi Ayahnya tidak perlu menepati janji itu lagi karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Rain. “Daddy tahu apa yang harus Daddy lakukan, Zoey. Tanpa kau minta pun, Daddy tidak akan membantunya lagi karena dia telah menyakiti dirimu dan telah menghianati dirimu.” “Terima kasih, Dad. Mana Mommy? Kenapa aku tidak melihatnya?” “Ibumu sedang pergi menemui klien.” “Baiklah, aku akan membantu Daddy,” lebih baik dia menyibukkan diri untuk membantu ayahnya dari pada dia pulang ke rumah lalu tenggelam dalam kesedihan lagi. Dia akan berusaha melupakan semua yang terjadi meskipun tidaklah mudah. Dia yakin jika dia menyibukkan diri maka kejadian-kejadian buruk itu pasti akan sirna dalam ingatan terutama hal tak menyenangkan yang telah dia lalui bersama dengan Charlie Jackson. Semoga saja dia tidak terlambat sehingga tidak ada benih pria itu yang tumbuh di rahimnya tapi seandainya hal itu harus terjadi, dia akan membuang benihnya karena dia tidak menginginkannya sama sekali. Sebisa mungkin dia akan menyingkirkan pria itu dari ingatan walaupun apa yang dia lakukan tidak bisa dilupakan begitu saja. Mengenai permintaan yang dia lontarkan pada pria itu, akan dia anggap sebagai permintaan paling bodoh yang telah dia ucapkan karena kejadian buruk itu. Sekalipun dia bertemu dengan Charlie di tengah jalan, dia akan pura-pura tidak mengenalnya tapi sayangnya Charlie tidak akan melepaskan dirinya begitu saja apalagi pria itu menginginkan ginjalnya. *** Lagi-lagi Charlie menunggu anak buah yang dia perintahkan untuk menjalankan tugas. Dia tidak akan membiarkan Zoey lepas, dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan wanita itu harus membayar apa yang telah dia lakukan. Dia berada di rumah sakit untuk menjaga kekasihnya. Dia selalu berharap Angela segera sadar dari komanya agar mereka bisa kembali bersama. Setelah sembuh, dia akan melamar Angela. Kali ini dia tidak akan menunda lagi. Seseorang mengetuk pintu dan tidak lama kemudian, anak buah yang dia tunggu pun datang. Charlie menatapnya dengan tajam, anak buahnya itu tampak menunduk karena dia takut bosnya kembali menanyakan kejadian malam itu. “Bagaimana? Apa kau sudah bertemu dengan pria itu?” “Tentu saja sudah, Sir. Aku sudah bertemu dengannya dan berbicara dengannya. Aku pun telah memberikan penawaran padanya seperti yang kau perintahkan.” “Lalu?” Charlie berpaling dan memandangi Angela, “Aku harap kau memberikan hasil yang aku inginkan karena aku tidak mau mendengar kegagalanmu lagi!” Dia harap asisten yang dia percaya segera kembali. “Kali ini aku tidak mungkin mengecewakan, Sir. Pria itu menerima tawaran darimu. Dia akan bekerja sama denganmu. Lagi pula dia sedang terdesak, jadi dia tidak memiliki pilihan selain menerima tawaranku.” “Bagus. Karena dia bersedia menerima tawaran yang aku berikan jadi segera jalankan rencananya. Buat wanita itu tidak memiliki jalan sama sekali sehingga mau tidak mau dia datang padaku!” “Baik, Sir. Aku pastikan dia datang mencarimu dan memohon padamu.” “Kau memang harus melakukannnya untuk menebus kesalahanmu tapi apa kau yakin jika wanita itu yang menjebakku?” Charlie kembali memandangi anak buahnya. Entah kenapa dia sedikit ragu tapi jika bukan Zoey Madison, lalu siapa? Wanita itu memiliki alasan yang begitu kuat untuk menjebak dirinya dan malam itu hanya ada Zoey saja yang patut dicurigai. Suara yang dia dengar sebelum dia masuk ke dalam perangkap begitu mirip dengan suara Zoey. Wanita itu pun muncul ketika dia sedang di bawah pengaruh obat. Bukankah itu berarti memang dialah yang telah menjebak dirinya? “Aku sudah memeriksa semuanya, Sir. Aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Aku telah mendapatkan rekamannya jika memang dia yang telah menaruh obat itu ke dalam minumanmu. Tujuannya murni untuk memanfaatkan dirimu supaya kau membantunya membalas dendam atas apa yang suaminya lakukan!” Beruntungnya wanita itu muncul di waktu yang tepat sehingga dia dapat menutupi kesalahannya. “Jika begitu bawa dia padaku. Lakukan segala cara supaya dia segera mendatangi aku!” Zoey Madison, jangan harap hidupnya akan tenang karena dia telah mencari gara-gara pada orang yang salah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD