Bab 8. Anggap Demikian

1142 Words
Zoey tidak main-main akan perceraian yang dia inginkan. Bantuan yang seharusnya diberikan oleh ayah Zoey juga tidak diberikan dan hal itu membuat Rain memutuskan untuk mencari Zoey. Dia tidak ingin berpisah karena dia mencintai Zoey. Memang dia yang salah, tidak seharusnya dia tergoda dengan rayuan Sandra dan tidak seharusnya dia terpukul ketika melihat penyakit Zoey kambuh. Rain sudah berusaha untuk menemui Zoey tapi istrinya itu terus menolak kedatangannya. Dia tidak berhenti berusaha karena dia harus berbicara dengan Zoey. Hubungan mereka tidak boleh berakhir begitu saja meski seseorang telah menawarkan bantuan yang begitu menggiurkan untuk dirinya. Kebetulan Zoey ada di rumah dan secara kebetulan dia pula yang membukakan pintu untuk Rain. Ayah dan ibunya sibuk di perusahaan dan dia diminta untuk beristirahat. Mereka tidak mau penyakit Zoey kambuh akibat banyak yang dia pikirkan sebab dia sedang menghadapi perceraiannya dengan Rain. "Untuk apa kau datang lagi?" Zoey bersikap begitu sinis. Padahal dia tidak mau melihat rupa Rain lagi. "Zoey, kita berdua harus bicara!" "Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Rain. Aku tidak mau berbasa-basi lagi denganmu dan sebaiknya kau pergi. Kita akan bertemu lagi nanti di persidangan." "Tidak. Aku tidak ingin kita bercerai!" Rain melangkah maju, dia hendak meraih tangannya tapi Zoey menghindarinya. "Jangan menyentuh aku dengan tangan kotor mu itu, Rain!" Teriak Zoe marah, "Jangan menyentuh aku karena aku tidak sudi. Apa yang telah kau lakukan dengan Sandra benar-benar tidak bisa aku maafkan jadi apa pun yang kau katakan, aku tetap ingin kita bercerai!" Keputusannya tentu saja sudah bulat dan dia tidak akan mengubah keputusannya sekalipun Rain memohon di bawah kakinya. "Jangan berbicara seolah-olah kau begitu suci, Zoey. Kau juga tidak jauh berbeda jadi jangan berbicara seolah-olah kau tidak melakukan kesalahan padahal kau pun melakukan kesalahan yang sama!" "Jangan asal bicara, aku tidak berselingkuh dengan siapapun dan aku tidak tergoda dengan pria manapun seperti yang telah kau lakukan!" "Tidak tergoda, kau bilang?" Rain bersedekap d**a dan memandang Zoey dengan ekspresi menghina, "Kau pun telah tidur dengan seseorang di malam pernikahan kita, aku tahu kau menjebak seorang pria untuk membalas rasa sakit hatimu padaku!" Zoey sangat terkejut mendengar apa yang Rain katakan. Dari mana dia tahu? Dia memang telah mengatakan jika dia telah menghabiskan malam dengan seseorang tapi kenapa Rain bisa mengucapkan perkataan seperti itu? "Tidak perlu terkejut seperti itu. Apa kau pikir aku tidak akan tahu apa yang telah kau lakukan di malam pernikahan kita? Aku tidak menyangka rupanya kau begitu murahan, Zoey. Dengan mudahnya kau tidur dengan seorang laki-laki hanya untuk membalas perbuatan yang telah aku lakukan. Bukankah kau lebih murahan dibandingkan aku?" "Cukup!" Teriak Zoey dengan penuh emosi. Kedua tangan mengepal ke samping. Dia berusaha menahan segala perasaan yang menyakiti hatinya. Seandainya Rain tidak berselingkuh dengan Sandra maka dia tidak akan ditangkap oleh Charlie Jackson dan dia tidak akan melewatkan malam mengerikan yang tidak pernah dia harapkan sama sekali. "Kenapa? Apakah kenyataan yang aku katakan telah menampar wajahmu?!" "Jangan sembarangan bicara sedangkan kau tidak tahu apa yang terjadi, Rain. Sudah jelas yang berkhianat adalah dirimu tapi kau bertingkah seolah-olah kau tidak melakukan penghianatan itu. Jangan mencoba menutupi kesalahanmu dengan kejadian buruk yang telah aku alami di malam itu. Apa kau pikir aku senang ditiduri oleh pria asing itu?" "Tidak ada satupun yang tidak menyukai seks dan aku yakin kau juga menikmatinya walaupun pria itu menidurimu dengan paksa!" "Apa kau bilang?" Ucapan Rain bagaikan batu yang menghantam kepalanya. Apa Rain mengira dia menyukai kejadian itu? Apa Rain mengira dia menikmati percintaan yang dilakukan secara terpaksa pada malam itu? Rasa sakit yang dia rasakan ketika keperawanannya direnggut dengan paksa masih teringat sampai sekarang dan terkadang dia masih merasakan rasa nyerinya. "Zoey, kita berdua sama-sama telah membuat kesalahan jadi aku rasa kita berdua harus saling memaafkan agar pernikahan kita tidak hancur. Aku tidak akan mempermasalahkannya walaupun keperawananmu telah diambil oleh pria asing itu dan kau pun harus melupakan apa yang telah aku dan Sandra lakukan. Asalkan kita berdua bisa saling memaafkan, maka kita bisa memperbaiki pernikahan kita!" "Tidak!" "Kenapa? Bukankah kita berdua sama-sama membuat kesalahan? Lupakan apa yang telah kita lakukan pada malam pernikahan kita, maka hubungan kita akan kembali membaik!" Rain kembali menghampiri Zoey dan memegangi tangannya, "Aku mencintaimu, Zoey. Aku tidak ingin pernikahan kita kandas begitu saja!" Dia harus membujuk Zoey supaya pernikahan mereka dapat dipertahankan. "Tidak, Rain!" Zoey menarik tangannya dan melangkah mundur. "Mungkin kau bisa melupakan kejadian itu dengan mudahnya tapi tidak denganku?" Zoey memeluk lengannya dan berpaling. "Kau tidak melihat apa yang aku lakukan dengan pria itu. Lagi pula semua yang kau katakan itu tidak benar. Aku tidak menjebak pria itu hanya untuk membalas rasa sakit hatiku. Aku justru mengalami kesialan gara-gara bertemu dengannya!" "Tidak perlu menipu untuk menutupi apa yang telah kau lakukan, Zoey." "Jadi kau tidak percaya?" Rasa kecewa yang sudah ada semakin bertambah karena Rain tidak mempercayai apa yang dia katakan. Jika begitu, untuk apa hubungan mereka berdua diperbaiki? "Seseorang telah memberitahu aku jika kau telah menjebak pria itu untuk membalas rasa sakit hatimu jadi kau tidak perlu menipu hanya untuk menutupi kesalahan yang telah kau lakukan!" "Baiklah, anggap demikian. Aku memang menjebaknya supaya aku dapat menikmati malam pernikahanku dengan indah. Apa kau mau tahu?" Zoey memandangi Rain, senyum sinis terukir di wajahnya. "Dia begitu hebat di atas ranjang dan aku sangat bersyukur dapat melewatkan malam pertamaku dengannya. Rasa nikmat yang dia berikan tidak akan pernah aku lupakan dan aku rasa kau tidak akan bisa memberikan kenikmatan seperti itu padaku!" "Cukup, Zoey!" Kini Rain yang terlihat marah. "Kenapa? Apa kau penasaran dengan apa yang aku lakukan?" Terserah, dia akan menuang bara agar hubungan mereka semakin panas. Dengan demikian Rain pasti akan menceraikan dirinya. "Seharusnya kau melihat percintaan panas yang kami lakukan dari malam hingga pagi agar kau tahu apa yang aku rasakan ketika aku melihat kau bercinta dengan Sandra. Jangan meminta aku melupakan apa yang telah terjadi malam itu sedangkan kau tidak melihat apa yang aku lakukan dengan pria asing itu. Kau mungkin bisa melupakan apa yang terjadi dengan mudah tapi tidak dengan aku. Penghianatan yang kau lakukan dengan Sandra, tidak akan pernah aku lupakan untuk seumur hidupku!" "Dia yang menggoda aku!" "Tidak perlu diulangi. Mau dia yang menggoda atau kau yang tergoda, yang pasti kalian berdua telah menghianati aku dan aku tidak menginginkan pernikahan ini lagi. Keputusanku sudah bulat, kita akan bertemu di pengadilan nanti!" Zoey masuk ke dalam rumah, dan menutup pintu dengan rapat. "Tidak, Zoey," Rain berusaha mencegah tapi terlambat. "Zoey, berikan kesempatan padaku untuk memperbaiki semuanya!" "Tidak ada kesempatan, pergi!" Zoey berdiri di belakang pintu. "Aku tidak mau bercerai!" "Kau yang memulai jadi terima saja!" "Jangan sampai aku berbuat nekad, Zoey!" Tidak ada jawaban, Zoey tidak memperdulikan dirinya lagi. "Oke, baiklah. Jangan salahkan aku karena aku akan menghancurkan dirimu setelah ini!" Kini dia berteriak mengancam dan ancamannya tentu saja tidak main-main. Zoey masih tidak menjawab. Rain pun memilih pergi. Jika begitu, dia tidak akan ragu menerima tawaran yang pria asing itu berikan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD