Auva langsung menarik begitu saja. Cewek itu memajukan bibir beberapa sentimeter. "Bentar. Lo tau arketipe nggak?" Dahi Aurel mengernyit makin lama makin dalam, kebingungan. Kenapa tiba-tiba Auva membahas tentang arketipe sih yang bikin otaknya berputar keras? "Ya, tempelah. Itu rupa yang pertama, rupa awal, atau standar ukuran dari sebuah entitas produk. Terus kenapa? Ada hubungannya sama si gulungan kertas?" jawab Aurel dengan tautan alis yang saling berkerut. Mengulangi pelajaran memang satu perkara yang membosankan, tetapi bukan berarti dirinya adalah cewek yang sulit untuk dibodohi. Aurel mengulas senyum tipis. "Benar, tapi bukan juga sih. Ini prototipe dalam skala berbeda." "Bukan arti yang sebenarnya juga, Rel." Auva menjelaskan buah pikiran dengan aura wibawa yang menguat me

