Lisa menatap sedih kondisi butiknya saat ini. Tidak ada satupun pelanggan di sana. Staff dan tukang jahitnya bahkan sedang mengobrol sambil minum kopi di ruang makan. Lisa bisa memperkirakan apa yang sedang mereka perbincangkan. Semua pekerja butiknya pasti khawatir dengan kelangsungan butik ini. Sudah sebulan butik ini sepi pelanggan. Klien VVIP pun sebagian besar juga tak lagi memesan busana di butiknya. Hasil penjualan butik ini akhinya mengalami titik terendah sejak lima tahun yang lalu. Ini situasi yang benar-benar buruk. Lisa tau kalau butik ini akan angkrut jika situasi tak berubah. Lisa akhirnya memutuskan untuk mendiskusikannya dengan Dion. Ia tak bisa sendirian memikirkan solusinya. Ia harus melibatkan Dion sebagai pemilik butik dan atasannya. "Kamu ada waktu? Aku mau bicara,"

