"Hai," sapa Dion. Lisa menatap terbelalak mantan kekasihnya itu. Ia seakan tak percaya dengan kehadiran Dion yang dirasa begitu mendadak, tanpa pemberitahuan. "Kamu kok di sini?" Dion tersenyum. "Aku mau jenguk, Rey. Bagaimanapun juga dia udah nyelametin kamu. Jadi setidaknya aku harus say thanks ke dia." "Oh gitu. Ya udah silahkan masuk. Rey ada di dalam." Dion masuk langsung masuk ke dalam kamar, lalu menghampiri Rey yang sedang duduk di atas ranjangnya. "Hai, Bro. Cepet sembuh ya," sapa Dion sambil memberikan bungkusan plastik berisi buah. "Wah. Thank you," jawab Rey. Dion lalu duduk di kursi yang ada tak jauh dari ranjang Rey. Kemudian melirik ke arah Lisa dan berkata, "Bisa biarin kita berdua gak, Lis? Ada yang mau aku omongin sama Rey." Lisa meragu untuk beberapa saat. Namun i

