Rey masih tertidur lelap meski waktu telah menunjukan pukul sebelas siang. Ia membiarkan tubuhnya terus terlelap dan enggan untuk bangun. Hari yang telah dilewatinya akhir-akhir ini memang terasa berat. Begitu berat hingga Rey seakan menolak bangun dan menghadapi kenyataan. Rey terus tertidur meski Andrew sudah meninggalkan tempat tidur sejak pukul tujuh pagi tadi. "Rey! Bangun! Gue bawain lo sarapan... eh, makan siang." Andrew meletakan piring makanan di meja yang ada di sebelah ranjang. Kemudian memukul p****t Rey untuk segera bangun. Rey akhirnya membuka mata, meski terasa berat. Ia diam dalam posisi terbaring selama beberapa saat untuk menghilangkan rasa kantuknya. Kemudian ia bangkit dan mengambil posisi duduk sambil menggosok matanya. "Ini makan. Ada nasi ayam goreng, sayur capcay

