Senja telah berganti malam saat Intan tiba di sebuah rumah sederhana di pinggir kota. Pintu depan terbuka perlahan, memperlihatkan Danan yang baru saja pulang dari kantor. Tubuh pria itu terlihat lelah. Namun, ia membeku seketika melihat Intan berdiri di ambang pintu dengan tatapan dingin. "Kamu datang kemari?" tanya Danan, suaranya nyaris bergetar melihat ekspresi Intan yang penuh ketegasan. Intan menatapnya tajam, lalu mengeluarkan map coklat dari tas yang dijinjingnya. "Aku memberimu dua pilihan, Danan. Mengundurkan diri secara sukarela atau aku pastikan polisi menjemputmu besok pagi." Danan terpaku. Wajahnya seketika memucat. "Apa maksudmu, Intan? Kamu nggak mungkin serius untuk ...." Intan menyodorkan map itu dengan kasar. "Buka dan baca sendiri. Semua bukti sudah ada di sana. Rek

