Bab 26. Sindiran yang Memukul

1181 Words

Suasana di kafe sore itu terasa hangat, dipenuhi suara denting gelas dan percakapan pelanggan. Intan duduk dengan Hamka, seorang pria berwibawa dengan senyum tenang yang tampak nyaman berbincang dengannya. "Serius kamu nggak bawa kasus ini ke polisi?" Hamka tampak tidak percaya, Intan membiarkan dua orang yang menyakitinya lolos begitu saja. "Kupikir, nggak apa-apa memberikan kesempatan orang untuk menyesali perbuatannya dengan cara yang lain," sahut Intan sambil menyunggingkan senyuman tipis ke arah Hamka. "Boleh aku sebut, kamu terlalu baik, Intan." "Terserah lah, aku cuma nggak mau repot bolak-balik berurusan dengan hukum, karena aku tahu ... rasanya pasti akan sangat melelahkan." "Ya, kamu benar. Tapi ... orang-orang itu bakal melenggang bebas seperti nggak pernah bikin dosa." "H

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD