"Jangan salah paham, Hamka. Aku nggak akan marah. Bukan hakku juga melarangmu berinteraksi dengan perempuan lain." Intan terlihat tertawa kecil, untuk menutupi rasa tidak sukanya pada perempuan yang baru ditemuinya beberapa menit lalu. Hamka meletakkan cangkirnya ke atas meja, tatapannya berpindah ke luar jendela sejenak sebelum kembali menatap Intan. Ada sesuatu dalam ekspresi wajahnya yang membuat Intan tahu bahwa pria itu ingin mengatakan sesuatu yang penting. "Intan," ucap Hamka dengan nada hati-hati, "sebenarnya aku cukup tahu tentang Rena." Intan mengangkat alis, sedikit terkejut. "Kamu tahu tentang dia?" Hamka mengangguk, jemarinya mengetuk ringan sisi meja. "Dia ... mantan istri salah satu teman lamaku. Teman yang dulu sangat dekat denganku." Intan mencondongkan tubuhnya sed

