"Ternyata Hamka mengenal Danan, Rena dan suaminya. Apa itu berarti kemungkinan mas Billy juga kenal, ya?" batin Intan penuh prasangka. Intan menggenggam erat cangkir teh hangat di tangannya, tetapi gemetar halus di jemarinya tak dapat ia sembunyikan. Pikirannya melayang kembali pada peristiwa yang baru saja terjadi. Mobilnya mendadak tergelincir di jalan yang seharusnya aman. Rem yang tiba-tiba tidak berfungsi, nyaris membuatnya kehilangan kendali. Untung saja ia berhasil selamat atas pertolongan Hamka, meski d**a masih bergemuruh oleh rasa takut yang belum surut. Billy, kakaknya, duduk di seberangnya. Wajah pria itu mengeras, rahangnya terkatup rapat. Ia memandang Intan dengan sorot penuh kecemasan, tetapi juga kemarahan yang membara di dalamnya. “Katanya kamu sempat kecelakaan, ya?"

