"Kamu serius mau pergi mancing?" Intan tidak mampu menyembunyikan jejak takjub pada kenekatan Hamka dengan datang malam-malam begini ke rumahnya. "Serius. Lihat, peralatanku udah lengkap." "Kalau aku nggak mau gimana?" Intan tampak menyandarkan tubuhnya pada pagar, memandang pergerakan Hamka keluar mobil sambil menyedekapkan keduanya tangannya. "Aku bakal maksa lah." "Mana mungkin kamu berani. Ada Abangku di dalam rumah. Sama ayahku." Intan tampak tersenyum kecil saat mengatakan itu. Rasanya seperti anak muda yang lagi diapeli pacar. Yang sengaja mengancam dengan anggota keluarganya untuk menakut-nakuti. "Sekalian aja ajak, dong, Intan." Intan menyipitkan kedua matanya, tepat saat Hamka tepat berdiri di hadapannya. Pria ini memang seolah sedang menggodanya, tapi entah kenapa dia su

