Lawang, 1 Oktober 2011

855 Words

Jingga meminum frape sembari memerhatikan sekeliling. Dia duduk di dalam sebuah Kafe tempat dia janji akan bertemu dengan cucu teman Yangti. "Aku hanya oerlu bertemu sekali lalu pulang," gumam Jingga. Yangti sudah bilang bahwa Jingga bebas menolak jika dia memang tidak menyukai lelaki ini. Ini hanya kencan buta biasa bukan perjodohan. Mata Jingga awas menelusuri setiap sudut Kafe. Menurut sang nenek lelaki itu akan mengenakan kemeja hitam. Namun setelah dia menunggu setengah jam lamanya tak nampak seekor pun lelaki yang muncul dengan baju warna hitam. Jingga berdecak-decak kesal. Kesan pertama saja sudah jelek begini. Terlambat tanpa ada kabar dan alasan yang jelas. Sudah pasti dia tak akan cocok dengan cowok ini. Pintu Kafe terbuka dan masuklah sosok lelaki yang dia kenal. Jingga tert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD