"Kak Juna akhir-akhir ini jadi aneh," kata Rosa. Siang itu dia tengah berkumpul dengan Jingga. Hari yang terik membuat mereka nongkrong di warung es cendol langganan mereka waktu SMA dulu. "Aneh gimana?" tanya Jingga. "Dia ngajakin aku sama Biru makan malam," aku Rosa. Bibir Jingga melengkung lebar. "Apa dia nggak sedang PDKT?" Rosa terkesiap, pipinya bersemu merah."Nggaklah, ngapain juga dia PDKT sama aku." Rosa melirik anak lelakinya, Biru, yang tengah memesan es cendol pada si penjual. Bocah laki-laki itu dengan riang menyebutkan pesanannya dan menyerahkan uang yang dia bawa. "Mungkin dia cuman ingin menyenangkan Biru aja. Kelihatannya dia merasa bertanggung jawab pada anakku. Padahal harusnya dia nggak perlu kayak gitu. Dia kan bukan ayahnya Biru juga," tambah Rosa. "Kalau Krisn

