Lawang, 12 Agustus 2021

1027 Words

"Bagaimana, sudah tahu rasanya hamil?" tegur Rosa pada Vio. Wanita berambut panjang itu tersenyum. "Tiga bulan pertama sangat menderita," aku Vio. "Aku hampir tidak bisa makan apa pun. Makanan yang kusukai sekalipun. Bahkan mencium parfum suamiku yang biasanya wangi jadi bikin pusing." Rosa tergelak. "Hamil memang seperti itu, kita bisa membenci hal-hal yang sebenarnya kita sukai, aku bahkan membenci banyak orang." Tawa Rosa terhenti. Wajahnya berubah muram. "Vio, aku minta maaf karena telah melampiaskan kekesalanku padamu dulu. Padahal aku tahu kamu nggak salah, tapi aku bersikap kasar dan memusuhimu," lirih Rosa. "Itu kan sudah lama lewat, Rosa. Yang namanya sahabat memang harus begitu, bertengkar lalu berbaikan lagi," kata Vio sembari tersenyum. "Aku nggak pernah bisa membayangkan b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD