*LORONG GUA CAMAZOTZ*
Ratu Mia Sang Penguasa Laba-laba Putih berhadapan dengan Aries yang ternyata anggota Badan Intelijen The One Eye Greeters yang biasa disebut 666, terus bertarung dengan sengitnya.
Berbagai serangan saling berbenturan, Aries memiliki kecepatan dan kegesitan yang tinggi. Namun, Ratu Mia pun tak kalah kuatnya apalagi tempat pertarungan merupakan habitatnya menjadi keuntungan tersendiri bagi Sang Ratu Laba-laba ini.
“Hara haraa~ kau benar-benar Ratu yang keras kepala sekali yah.” Ucap Aries sambil menghindari serangan jaring-jaring beracun milik sang ratu yang terus menerus membombardirnya.
“Aku tidak akan pernah berhenti sampai aku membawa kepalamu dihadapan anak-anakku!” Sergah Ratu Mia.
Namun tiba-tiba terjadi getaran yang besar di dalam lorong Gua Camazotz.
“Ada apa ini?! Tiba-tiba bumi bergetar sekencang ini?!” Dinding lorong gua yang bergetar dengan kuat membuat keseimbangan sang ratu goyah, tubuhnya hampir terjatuh namun ia mampu melompat dan menghindari reruntuhan bebatuan dalam lorong gua ini.
“Hararara~ akhirnya waktunya sudah tiba. Kalau begitu aku harus segera pamit.” Melihat ada kesempatan untuk melarikan diri, Aries pun langsung melesat menembus asap yang keluar karena permukaan gua yang mulai terbelah dan mengeluarkan magma panas dari dalam perut bumi.
“Apaa?! Kau jangan kabur!” Ratu Mia berusaha agar tidak kehilangan musuhnya itu.
“Gate Teleportation! Activated.” Sebuah lubang besar terbentuk dibelakang Aries.
“Hara hara sangat disayangkan sekali kita tidak bermain-main lebih lama lagi Ratu.” Aries pun perlahan-laha memasuki gerbang teleportasi yang akan membawa dia kesuatu tempat.
Melihat Aries yang mau kabur, Ratu Mia pun langsung menembakkan jaringnya ke arah gerbang teleportasi yang perlahan-lahan mulai menutup.
Dengan sigap Sang Ratu menarik dirinya masuk ke dalam gerbang teleportasi yang mulai sempit sehingga menjatuhkan mahkotanya. Gerbang Teleportasi pun tertutup menelan Aries dan Ratu Mia Sang Ratu Laba-laba putih dibelakangnya.
*PULAU KELELAWAR*
Gempa besar pun terjadi di seluruh wilayah Pulau Kelelawar ini. Peperangan antar dua kubu sempat terhenti, kepanikan terjadi dimana-mana bahkan di dalam sarang monster laba-laba putih.
Raut wajah khawatir nampak jelas di wajah Fay yang tengah memberikan sihir penyembuhan kepada Frenkenstein yang sedang sekarat.
Putri Avriel terus menyusuri lorong yang bergetar dengan kencang akibat gempa yang terjadi.
Boy dan Gobi yang telah memborong Istana Sayap Barat beserta seluruh hartanya mereka berlari ke arah hutan pulau ini dan mengamati keadaan disekitarnya dimana tanah-tanah sudah mulai terbelah akibat gempa besar ini.
Sampai-sampai efeknya Gunung Camazotz pun meletus. Kepanikan pun semakin menjadi-jadi.
“Huwaw! Aku merasakan energi yang besar di dalam gunung itu. Gobi ayo kita menuju kesana!” Seru Boy yang merasakan aura kuat di area Gunung Camazotz dan dia pun melihat tanda panah quest di layar transparannya yang juga menunjuk ke arah sana.
“Gob gobu” Gobi pun dengan peralatan yang lengkap untuk bertarung segera berlari ke arah Gunung Merapi Camazotz.
*DI DALAM GUA CAMAZOTZ*
Luna dan Ren tengah sibuk menghancurkan mesin pembangkit Monster Iblis. Namun tampaknya semua itu akan percuma.
“Ssssshshshashasha! Kalian sudah terlambat hahaha! Gate Teleportation! Activated.” Lalu Dr Salvador pun melarikan diri melalui sihir gerbang teleportasinya.
“GAAAAARRRRGGGGGHH!” Raungan Monster Iblis Salazar menggema hingga terdengar ke seluruh wilayah Pulau Kelelawar.
Gua Camazotz pun bergetar, langit-langit gua pun mulai runtuh, lava merapi pun sudah mulai tampak menjalar di sisi-sisi dinding gua.
“Siaaaall nyaawh! Kita sudah terlambat. Ren kita harus segera pergi dari sini!” Seru Luna yang sudah menyadari kalau terus berada di dalam gua ini mereka akan tenggelam ke dalam lava gunung merapi ini.
Luna dan Ren Tarantula segera bergegas keluar dari gua sambil menghindari reruntuhan dan cipratan lahar magma Gunung Camazotz.
*HUTAN CAMAZOTZ WILAYAH TENGAH PULAU KELELAWAR*
Axel dan para pasukannya telah selesai berevolusi. Dengan tubuh yang baru dan kemampuan bertarung yang lebih kuat, mereka segera menyerang Pasukan Boneka Istana Barat dengan serempak.
“Aww yeah! Saatnya kita menari di medan pertempuran ini!” Seru Axel menyemangati pasukannya.
“YEEEEAAAAHHH!”
Terlihat sekali pasukan Istana Sayap Timur yang telah melakukan sumpah setia kepada Boy telah mendominasi peperangan ini.
Dan titik terang cahaya kemenangan telah nampak di depan mata mereka.
“Apa?! Kalian telah mendapatkan kekuatan baru?” Ucap Joker yang terus menyerang dengan tembakan kartu-kartu remi yang bersinar dan melesat tajam mengarah ke Axel
“Gyahahaha tentunya! Ini berkat dari sumpah setia kami kepada tuan baru kami!” Sahut Axel yang dengan mudah menangkis serangan Joker
“Hah! Itu artinya kalian telah berkhianat terhadap Raja Iblis Beelzebub!” Kata Joker yang terkejut mendengar pernyataan Axel yang memiliki tuan baru.
“Sejak dulu kami tidak pernah mau menjadi b***k Raja Ibliis! Selama ini kami terpaksa mengikutinya!" Kata Jack O Lantern yang tengah menghadapi Clown dengan pedang rapier-nya, dia bertarung seperti atlet anggar dengan kecepatan serangan yang tinggi.
“Penyelewengan kalian akan di bayar langsung oleh Raja Iblis!” Balas Clown yang sudah tidak mampu menghindari serangan pedang Jack, pakaiannya bahkan kulitnya mulai tercabik-cabik karena serangan cepat dari monster Halloween itu.
“Gyahahaha! Kami tidak takut! Karena tuan kami telah diberkahi Sang Dewa yang akan menghadapi Sang Raja Iblis!” Imbuh Axel dengan rasa percaya diri membanggakan Boy yang jadi penerus kekuatan Dewa Thor.
Di tengah pertarungan yang semakin sengit. Jocer dan Clown pun sudah mulai kewalahan menghadapi Raja Bajak Laut Axel dan Jack O’ Lantern.
Namun, ketika kemenangan sudah di depan mata, tiba-tiba tanah bergoncang dan suara raungan yang sangat menakutkan begitu jelas terdengar di medan perang. Para pasukan pun bergeming setelah mendengar suara raungan itu.
Tanah-tanah bergoncang semakin keras dan semakin kuat hingga membelah
Hutan Camazotz.
“DUUAAAARRR!!!” Gunung Camazotz pun meletus.
“Ada apa ini?! Suara apa itu?” Ditengah getaran tanah yang kuat Jack mencari tahu apa yang tengah terjadi dengan pulau ini
“I ini suara raungan Salazar!?” Axel mendengar suara raungan monster yang begitu familiar di telinganya.
“Gahahaha! Tampaknya Dr Salvador sudah berhasil membangkitkannya. Kalau begitu aku harus pamit… Gate Teleportation! Activated.” Joker mengeluarkan sihir teleportasi untuk keluar dari medan perang yang mulai porak poranda dan meninggalkan pasukan bonekanya.
“Selamat menikmati kematian kalian di tangan Salazar! Gate Teleportation!” Di susul oleh Clown yang juga lari dari medan pertempuran dan masuk ke dalam lingkaran sihir teleportasi.
Joker dan Clown pun segera melarikan diri melalui sihir gerbang teleportasinya. Sedangkan para pasukan perang tengah berusaha menyelamatkan diri dari getaran gempa dan ada beberapa pasukan yang tertelan bumi akibat tanah-tanah yang terbelah.
“Sial! Mereka berhasil melarikan diri, bahkan meninggalkan pasukannya, sungguh tindakan seorang pengecut dan tidak bertanggungjawab!” Axel tampak kesal dengan kedua pengawal khusus Istana Sayap Barat itu yang pergi sendiri dan membiarkan para pasukannya di telan bumi.
“Kapten! Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Jack menunggu komando pemimpinnya.
“Selamatkan para pasukan yang ada! Evakuasi para monster ke tempat yang aman dan bersiap-siaplah untuk menghadapi Monster Iblis Salazar! Kita masih ada tanggung jawab untuk melindungi tempat ini sampai monster-monster disini berhasil di evakuasi!” Ucap Axel memberi perintah kepada pasukan elitnya. Dia memikirkan pasukannya bahkan monster-monster yang ada disekitar hutan ini agar bisa selamat dari bencana ini.
“Siap laksanakan Kapten!”