*LORONG BAWAH TANAH WILAYAH BARAT*
Putri Avriel menyusuri lorong-lorong di bawah tanah untuk mengejar Fay, Frenkenstein dan Jorogumo.
Namun, dia terlihat hanya berputar-putar mengelilingi lorong-lorong seperti labirin. Walaupun berada di wilayah kekuasaannya, Avriel masih terlalu asing dengan area bawah tanah Pulau Kelelawar yang memang dikuasai oleh monster laba-laba putih.
“Sial! Aku baru tau ada tempat seperti ini di bawah Istana ku! Kemana mereka pergi?”
Putri Avriel diam berdiri ditempatnya lalu melihat-lihat sekitarnya dengan api biru yang menyala-nyala menyelimuti tubuhnya. Dia mencari sesuatu yang bisa menjadi petunjuk jalan yang harus dia lalui.
Lalu secara samar-samar dia melihat benang tipis yang terbentang panjang yang nampak menyusuri ke suatu lorong.
Putri Avriel pun membakar benang itu dengan api birunya, lalu api biru itu menjalar mengikuti jalur benang ini, dia pun segera bergerak mengikuti jalur api biru ini mengarah, “Kalian tidak akan bisa lari dariku!”
*AULA SARANG LABA-LABA PUTIH*
Fay dan para monster laba-laba mengerumuni Frenkenstein yang tengah sekarat. Fay berusaha penuh untuk menyembuhkan Frenkenstein dengan sihir penyembuhnya, “Lukanya Frenken-san benar-benar parah… hanya dengan kemampuanku sekarang ini membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya.”
Di saat itu insting pertahanan para monster laba-laba secara serentak merasakan bahaya tengah datang mengarah kepada mereka.
“Nona Fay! Sepertinya Putri Avriel telah mengetahui keberadaan kita! Kita harus bergegas pergi dari sini menuju tempat lain!” Seru Jorogumo yang merupakan putri ratu laba-laba putih tertua dan bisa berbicara seperti Ratu Mia.
“Ehhh!? Ini benar-benar gawat sekali!? Tta tapi tubuh Frenken-san tidak boleh terguncang-guncang, dia harus dibaringkan agar luka bakarnya tidak terbuka lagi.” Fay panik mendengarnya ditambah lagi kondisi Frenkenstein yang sangat mengkhawatirkan itu tidak bisa dipindahkan begitu saja.
“Uhuk uhuk.. Nona Fay sebaiknya kau segera pergi dan biarkan tinggalkan aku disini sendiri.” Lirih Frenkenstein dengan menahan rasa sakit menyuruh Fay dan yang lainnya pergi meninggalkannya di aula sarang laba-laba ini.
“Tti tidak! Aku tidak akan meninggalkan temanku sendiri! Kamu sudah menyelematkan nyawaku sekali dan sekarang aku akan menyelamatkanmu Frenken-san!” Kata Fay dengan gigih akan menyembuhkannya dan menyelamatkan monster berkepela sekrup ini, dia terus mengalirkan energi sihir penyembuhan ke tubuh Frenkenstein yang dipenuhi dengan luka bakar.
Namun tiba-tiba api biru mulai menjalar ke jaring-jaring sarang laba-laba di tengah aula.
“Hahaha! Kalian tidak bisa melarikan diri lagi! Ini adalah akhir bagi kehidupan kalian.” Pada akhirnya Putri Avriel menemukan tempat persembunyan mereka.
Dengan penuh amarah dan cahaya api biru yang menyelimutinya, kemurkaan Putri Avriel yang membara memberikan rasa keputusasaan bagi para monster laba-laba putih, Fay dan Frenkenstein yang berada di tengah aula.
“Blue Fire Buster Shoo…” Putri Avriel mulai merapalkan serangan sihir terkuatnya ke arah para musuhnya yang ada di tengah aula sarang laba-laba itu.
Namun, sebelum menyelesaikan rapalan mantra sihirnya, tiba-tiba bumi bergetar dengan kencang dan muncul sesuatu yang menimpa tubuh Putri Avriel dari langit-langit Aula Sarang Laba-laba Putih.
*HUTAN BARAT PULAU KELELAWAR*
“Huwaaahh~ sepertinya terjadi sesuatu yang besar di Gunung Merapi sana?!” Boy dan Gobi berlari menuju Gunung Merapi Camazotz. Namun, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras menyebabkan gempa, lalu Gunung itu pun meletus.
Mereka melompat-lompat menghindari pohon-pohon yang bertumbangan dan tiba-tiba tanah terbelah didepannya. Boy dan Gobi yang tidak begitu sigap melihat batu besar di depannya, ia pun tersandung batu itu dan terjatuh ke lubang tanah yang terbelah akibat gempa.
“EEEEEHHH! Kita terjatuh ke lubang macam apa ini Gobiiii!!!” Teriak Boy yang terjun ke lubang tanah itu.
Dan ternyata lubang ini mengarah ke Aula Sarang Laba-laba Putih.
*AULA SARANG LABA-LABA PUTIH*
Dengan kencangnya Boy dan Gobi menerobos bebatuan di bawah tanah hutan wilayah barat Pulau Kelelawar. Sampai akhirnya ia menembus ke ruangan luas yang tidak lain merupakan aula sarang laba-laba putih.
Dan tanpa sengaja Gobi yang terjatuh pun menghantam tubuh seseorang yang ada dibawahnya.
“GOBU!”
“Blue Fire Buster Shoo…” Rapalan sihir Putri Avriel terhenti dan ia terkejut dengan ledakan di langit-langit aula.
“BUK!”
Boy dan Putri Avriel sempat saling bertatapan, namun kepala Gobi langsung menghantam tubuh Putri Avriel sampai akhirnya mereka tersungkur jatuh ke tanah dengan kerasnya.
Fay, Frenkenstein dan para monster laba-laba pun terkejut melihat hal itu di tengah keputusasaan mereka.
“Eeehh! Apa itu?! Apakah ada seseorang yang menyelamatkan kita?” Fay yang sebelumnya sudah pasrah menerima serangan api biru sang putri terkejut karena ada sesuatu yang tiba-tiba menghantam tubuh penguasa Istana Sayap Barat itu.
Dari benturan itu menghasilkan asap tebal yang menyelimuti sekitarnya, dan nampak siluet monster panda yang sebenarnya kostum bonek yang digunakan oleh Boy dan Gobi.
“Eeeh! Ada monster panda?!” Fay terkejut melihat Boy yang berhasil mendarat dengan selamat karena dia menggunakan payung ajaib yang sempat dia tukarkan melalui The Superpower App.
“Hah! Apa-apaan ini! Berani-beraninya kau menginjakku!” Putri Avriel berteriak tubuhnya yang terhantam tanah tidak membuatnya terluka dan saat ini posisinya ditindih oleh Gobi.
Gobi pun secara reflek mengangkat kakinya itu dan dengan segera menghindari Putri Avriel.
“Hey! Bukannya kamu Panda yang makan bersama ku di istana? Kenapa kau ada disini?! Tta tapi.. apa apaan dengan sobekan di bagian pundak mu itu?!” Putri Avriel dengan seksama melihat penampilan boneka panda yang rusak akibat terjatuh sehingga bagian tubuh berwarna hijau Gobi terlihat.
“Hah! Dan siapa bocah tengik ini?! Kenapa kau menggunakan aksesoris dan artefak yang berada di Ruang Hartaku?!” Selain melihat Gobi Putri Avriel tercengang melihat Boy membuka kostum boneka panda-nya yang juga rusak, lalu menyingkap barang-barang berharga Sang Putri malah dipakai oleh seorang manusia.
Melihat Putri Avriel yang terkejut melihatnya, Boy pun hanya bisa berkata:
“Hhahahaha… a aku menemukan benda-benda ini di istana yang berbentuk Disney Land itu...” Kata Boy mencoba menerangkan dengan kikuk.
“Kau manusia sialan!?” Putri Avriel mengamuk.