Delapan Belas

1640 Words

Andrean bersungguh-sungguh membawa Marsha ke rumah sakit. Apalagi tujuan keduanya selain memeriksa kandungan Marsha. Wanita yang semakin kurus ditengah berbadan dua. Bukankah itu tidak wajar? Bagi Andrean menggali informasi tidaklah sulit. Buktinya ia tahu, di mana Marsha memeriksakan diri pertama kali, sebelum mengetahui kehamilannya dan siapa dokter yang menangani waktu itu pun ia tahu. Bahkan Marsha sendiri cukup terkejut ketika tiba ke sini dan Andrean mengarahkannya. Katanya, dia sudah buat janji. "Selamat datang, Nyonya Marsha," sapa sang dokter. Marsha hanya tersenyum menanggapi sapaan dokter tersebut. Dokter yang sama. Dokter yang membenarkan mengenai kehamilannya. "Silahkan." Dokter itu mengarahkan Marsha agar menuju bankar. "Saya bisa membayangkan reaksi suami anda saat anda b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD