Dia Tahu Apa

1025 Words

“Sampai kapan kau akan merahasiakannya, Sen?” Suara berat dari arah sebelah kananku berhasil membuat jantungku berdetak lebih cepat. Sebelum memberanikan diri untuk menoleh Aku menarik nafas panjang untuk mengisi kadar oksigen sebanyak-banyaknya ke dalam paru-paru lalu menghembuskan karbondioksidanya secara perlahan. Tetap tenang ... Tenang ... Tenang ... Aku mulai memberanikan diri menoleh walaupun diriku sudah hafal betul suara siapa itu. “Pak Dewa, maaf maksudku Mas Dewa. Sudah lama di sini?” tanyaku mengalihkan pembicaraannya. Saat ini Aku di cafe tempat Vally mengajakku untuk janjian sebelum acara nonton bioskop. Vally mengajakku untuk bersenang-senang hari ini agar beban kantor semakin berkurang. Tetapi sudah 15 menit sejak Aku berada cafe ini, Vally belum juga menampakkan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD