Author POV
Sung Yong memarkirkan mobil sport-nya di
pinggir lapangan dekat rumah kontrakan Sarah. Sung Yong keluar dari dalam mobil sport-nya dengan wajah datar dan tatapan dingin dan berjalan dengan angkuh ke arah rumah kontrakan Sarah tanpa mempedulikan tatapan memuja dan ingin tahu dari para tetangga di
sekitar rumah kontrakan Sarah.
Sung Yong menggendus kesal melihat tatapan
ibu-ibu tukang gosip di sekitar rumah kontrakan Sarah menatapnya dengan lapar dan penuh minta, benar-benar membuat jijik dan muak. Dia akan senang jika yang menatapnya penuh minta itu adalah Sarah, pasti dia akan dengan senang hati memberikan tubuhnya tanpa sehelai benang pun kepada Sarah.
Sung Yong menggeleng-gelengkan kepalanya
kuat, bagaimana bisa dia memikirkan gadis
gendut yang bahkan sama sekali tidak melihatnya. Menggetahui fakta yang baru saja dipikirkan membuat Sung Yong menggeram kesal.
Sung Yong mengetuk pintu rumah kontrakan
Sarah dengan cukup keras, membuat Sarah dan kedua putranya yang sedang tidur siang terlonjak kaget.
“Bentar!” teriak Sarah kesal.
Sarah turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah pintu rumah kontrakannya sambil menggerutu kesal pada tamu yang tidak punya sopan santun sama sekali. Sarah membuka pintu rumahnya cukup kasar, membuat Sung Yong sedikit tersentak kaget dan mundur ke belakang satu langkah.
“Kamu gak bisa ya ngetuk pintu pelan-pelan?
Kamu tuh ngetuk pintunya kaya mau nagih utang
tahu,” kata Sarah kesal. Sung Yong hanya mengendus dan langsung masuk ke dalam rumah kontrakan Sarah tanpa permisi.
Sarah menggerutu kesal dan melangkah
masuk ke dalam rumahnya mengikuti Sung Yong dari belakang.
“Di mana anak-anak?” tanya Sung Yong Bingung saat tidak melihat kedua putra tampannya.
“Di kamar masih tidur,” kata Sarah sambil berjalan ke arah dapur dan masuk ke dalam kamar mandi, mencuci mukanya.
Sung Yong berjalan masuk ke dalam kamar Sarah dan melihat kedua malaikat tampannya sedang bergelut manja di atas ranjang kecil milik Sarah.
Sung Yong tersenyum manis, senyum yang jarang sekali ditunjukkan olehnya pada orang lain. Sung Yong berjalan pelan ke arah ranjang yang ditiduri oleh kedua
putranya.
Sung Yong membungkukkan badannya dan
mengecup lembut kening kedua putranya satu per satu. Sung Yong keluar dari dalam kamar Sarah.
Sung Yong melihat sekeliling rumah kontrakan Sarah, mencari wanita gendut dengan rambut dikonde ke atas itu.
Sung Yong berjalan ke arah dapur saat hidung
mancungnya mencium bau masakan dari arah dapur. Sung Yong menyandarkan badannya di tembok dapur sambil menatap lekat tubuh Sarah yang sangat menggairahkan menurutnya. Sarah yang hanya memakai celana pendek dan kaus ketat, serta apron yang melekat sempurna di tubuh montoknya.
Sung Yong berjalan ke arah Sarah dan berdiri di
belakang tubuh Sarah. Sung Yong memeluk tubuh montok Sarah dari belakang dan menaruh wajahnya di celuk leher Sarah, mencium aroma tubuh Sarah yang mampu membuatnya gila dan candu di waktu bersamaan.
Sarah berteriak kaget, membuat Sung Yong
terkekeh geli sambil menggesek-gesekkan hidung mancung di kulit leher Sarah.
Sarah mengejapkan matanya berkali-kali,
mendengar kekehan lembut dari Sung yang masih setia memeluk tubuh montoknya.
Sung Yong terkekeh lagi dan mengecup lembut
pipi Sarah, membuat kedua pipi montok Sarah merona merah.
“Ga usah tegang juga kali. BTW, aku suka wangi
tubuh kamu,” ucap Sung Yong sambil melepaskan pelukannya di tubuh Sarah dan berjalan ke arah ruang TV yang ukurannya hanya sebesar kamar mandi di rumahnya.
Sung Yong duduk dengan santainya
seakan-akan itu adalah rumah miliknya, membuat Sarah mengendus kesal melihat sikap sombong dan arogan Sung Yong.
“Apa semua orang kaya selalu seperti dirinya,” ucap Sarah palan pada dirinya sendiri.
Sarah berusaha mengabaikan keberadaan Sung
Yong walaupun dia tahu sesekali Sung melirik ke arahnya, membuat Sarah gugup setengah mati hingga membuat tangannya basah karena keringat.
Sung Yong mengulum senyum melihat Sarah yang begitu menggemaskan saat sedang gugup. Sarah mengigit bibir dalamnya gugup melihat
tatapan mata Sung Yong yang seakan-akan ingin ingin menelanjanginya.
Sung Yong memakan keripik singkong yang ada di atas meja ruang TV, pura-pura tidak memperhatikan Sarah yang sedang memasak makan siang untuk mereka.
Yeol dan Jean keluar dari dalam kamar Sarah
dengan rambut dan wajah kusut khas orang baru bangun tidur. Sarah berjalan ke arah Yeol dan Jean yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, kedua bocah itu mengusap kedua matanya berkali-kali, benar-benar sangat menggemaskan bagi Sarah.
“Jangan dikucek matanya, Sayang,” peringat Sarah pada kedua putranya.
Jean memandang Sarah dengan kedua mata
polosnya yang berkedip berkali-kali, membuatnya terlihat sangat lucu.
“Mommy, lapar,” rengek manja Jean sambil
merentangkan kedua tangannya minta digendong oleh Sarah. Sementara Yeol, anak itu langsung saja memeluk manja kedua kaki Sarah, membuat Sarah kesusahan untuk bergerak.
Sung Yong memandang Sarah dan kedua anaknya dengan senang dan juga sedih. Kedua anaknya benar-benar ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang tidak bias mereka dapatkan dari mantan istrinya.
Sung Yong berdiri dari duduknya dan berjalan
dengan santai ke arah Sarah dan kedua anaknya.
Sarah memandang waspada pada Sung Yong,
sedangkan yang dipandang hanya mengatakan satu alis tebalnya, membuat Sarah mendesah kagum melihat wajah tampan dan tubuh tegap sempurna yang dimiliki oleh Sung Yong.
Sung Yong mengambil Jean dalam gendongan
Sarah dan memandang lembut wajah Sarah, membuat kedua pipi montok Sarah merona merah.
“Sayang, kamu ganti baju, ya. Aku tunggu di luar,” perintah Sung Yong lembut sambil menggedipkan sebelah matanya pada Sarah.
Sarah menganggukkan kepalanya kaku dan
berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi di ujung dapur. Sarah memegang dadanya yang berdengung kencang, membuat Sarah meringis nyeri.
.......
TBC
Jangan lupa fote and komentar ya Chay