Daren Sebastian Quill, tapi kebanyakan orang mengenalnya dengan Daren Black. Pekerja keras dan mandiri. Umur 31 tahun. Bujangan. Perawakan tinggi, mata coklat dan tampan, murah senyum dan suka menolong orang, lebih tepatnya suka menolong gadis. Cowok keren yang banyak di kagumi wanita.
Soal wanita tidak ada kata penolakan jika berhubungan dengan Daren, malah wanita yang akan mengejarnya. Daren tidak pernah sendirian kalau malam hari, selalu ada yang menghangatkan ranjangnya.
Daren memiliki sisi teramat gelap, para wanita yang antri untuk menjadi teman seranjang harus mengikuti semua perintah Daren. Jika tidak, melihat wanita itu pun tidak akan. Saat bercinta kadang Daren agak posesif. Dan ingin melihat wanita histeris saat bercinta dengannya. Itu akan menambah gairahnya.
Lalu muncullah Amy. Daren membolak - balikkan berkas yang ada di tangannya membaca tentang Amy. Segala hal mengenai Amy ada di berkas. Dari awal Amy tidak sendiri. Ada seseorang yang selalu mengintai gerak - gerik Amy. Orang itu adalah anak buah klien paman Amy.
Daren tidak sengaja mengetahuinya saat Daren menemukan keberadaan Amy. Dan melihat bahwa ada seseorang yang juga sedang mengintai Amy. Dari situlah berkas - berkas itu berasal, tanpa tahu siapa yang menyuruh orang itu mengintai amy. Daren memaksa orang yang mengintai Amy untuk memberikan pada Daren hasil pengintaian terhadap Amy. Walaupun akhirnya harus membujuk dengan mengeluarkan puluhan juta tapi Daren tidak perduli. Setelah itu berkas - berkas itu di pelajari Daren.
Seminggu kemudian Daren pergi ke tempat keberadaan Amy.
Daren tahu akan hubungan terlarang Amy dengan bosnya. Hampir tiap malam Amy pergi ke rumah bosnya..dan pulang dengan tubuh letih. Ada suatu kali Daren melihat Amy terseok - seok saat keluar dari rumah bosnya. Seorang sopir taxi menunggu dan Amy masuk lalu di antar pulang.
Daren tidak tahu bahwa hatinya agak panas saat melihat kejadian itu, tapi Daren bukan siapa - siapa Amy. Dia hanya orang yang sedang mengintai Amy. Dalam hati Daren berpikir mungkin Amy seorang wanita penghibur, tetapi tidak di dapatnya laki - laki lain yang jalan dengan Amy. Hanya bos Amy saja.
Kemudian Daren juga memasang mata - mata di restoran Amy bekerja. Melihat siapa saja yang dekat dengan Amy.
Daren juga tahu kalau di restoran, kebanyakan waktu Amy berada di lantai 2 dengan bos Amy.
Daren tersiksa melihat kehidupan wanita itu, cantik dan lemah. Begitu kelihatan dari luar untuk wanita seperti Amy. Tapi mungkin liar adalah kata yang tepat. Amy seringkali dalam satu hari kedapatan berjam - jam di kantor bosnya dan malamnya Amy pergi ke rumah bosnya. Entah apa yang di lakukan bosnya Amy itu. Seperti tidak pernah puas. Namun, Amy juga kelihatannya seorang pemain. Itu yang menjadi anggapan Daren untuk Amy.
Kemudian rencana Daren berhasil, dengan berkenalan dengan Amy. Pertama kali berkenalan masih meninggalkan sesuatu yang hangat dalam hati Daren. Tapi Daren tidak menyadarinya.
Saat Daren mengantar pulang Amy, dengan spontan tangannya bergerak sendiri lalu meraih Amy dan mengecupnya. Ada rasa kaget dalam diri Daren, tapi Daren menyukainya. Daren menikmati ciumannya dengan Amy.
Ada rasa ingin melindungi wanita itu, bukan... melindungi gadis itu! Batin Daren.
Amy masih muda, dan sangat mengagumkan.
Daren juga dapat membaca gerak gerik tubuh lawannya, dan mengamati seorang Amy. Daren mengambil kesimpulan bahwa Amy gadis yang rapuh.
Daren ingin menjaga dan melindunginya.
Namun, sisi gelap Daren berkata lain. Daren ingin menguasai Amy luar dalam. Ingin memiliki Amy untuk diri Daren sendiri.
Daren menepiskan pikiran gilanya itu.
"Amy... Amy... bibir yang lembut, mata yang amat sangat mengagumkan, cantik, dan butuh di peluk." Kata Daren dalam hati.
***
Hari itu Daren tahu Amy berada di kos, dan Daren memberanikan diri untuk bertamu. Yahh.. awalnya Daren yakin bahwa Amy tidak akan membiarkan Daren masuk ke kosnya. Lalu Daren mengajak Amy sarapan, dan Daren senang Amy tidak menolak.
Pikiran Daren kosong.
Saat Daren mengantar pulang Amy, antara kaget dan tidak percaya saat Amy mengajaknya masuk. Dan yang lebih mengherankan Daren saat Amy melingkarkan tangannya di leher Daren kemudian mereka bercinta penuh kelembutan. Saat bercinta, Batin Daren mengatakan bahwa Amy adalah miliknya!.
Di tatapnya mata Amy dan Daren tidak dapat membaca akan pikiran Amy, Daren mulai berpikir bahwa Amy hanya ingin tidur dengan Daren. Tidak ada perasaan lebih.
Daren mengenyahkan segala pikirannya dan menikmati tubuh Amy. Saat gelora sudah di atas, gairah menggebu - gebu, hanya tubuh yang berbicara, mencari kenikmatan. Daren mencapai klimaksnya. Dan Daren tahu, Amy juga.
Daren pulang saat Amy masih terlelap. Daren tidak ingin membangunkan gadis cantik itu. Dan Daren juga tidak mau melihat penyesalan Amy. Walaupun sebenarnya Daren agak kecewa, Daren inginkan lebih dari sekedar ini. Daren ingin gadis ini membutuhkannya bukan hanya sekedar teman tidur.
***
To be continue...
Thanks yang sudah baca yahhh
☺☺☺☺☺