Eps.32 ♡ Janji yang Terkubur

1687 Words

■♡■♡■♡■♡■♡■♡■♡■ “Follow your heart but make sure your brain get involved. Some voices of your heart will bring you to regrets.” ~Dedy Susanto ■♡■♡■♡■♡■♡■♡■♡■ ■♡■ “Baik, Pak. Terima kasih atas pengertiannya.” Klik! Juna menutup sambungan telepon, kemudian memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku jaket. Ia tengah berada di jalan bersama Vixion hitamnya. Baru saja ia meminta Pak Nugroho untuk melanjutkan penyelidikan esok hari. Juna beralasan bahwa mendadak ada suatu hal yang lebih penting yang harus segera ia urus. Beruntung, Pak Nugroho bisa memaklumi hal itu. Vixion hitam itu berusaha menerjang padatnya lalu lintas kota. Juna menambah kecepatan. Ia sangat ingin segera sampai di rumah. Jam menunjukkan pukul tujuh malam ketika Juna tiba di rumah. Juna bergegas menuju kamarnya yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD