Part.15

1080 Words

"Hah? Serius, Dav?" Dua gadis di depan Davika itu membeliak tak percaya. "Lo beneran udah lamaran?" Kali ini Maura menekankan pertanyaannya dengan nada keras. "Ishh, gak usah teriak-teriak, Lo bikin gue malu aja deh," jawab Davika sambil menepis tangan sahabatnya itu, matanya menatap sekeliling beberapa mahasiswa lain ada di kantin itu juga. "Abisnya lo yang bikin kaget, cepet banget udah lamaran aja." "Kan emang bokap gue yang minta cepet. Fungsinya gue deketin Ammar kan emang buat ini. Semakin cepet prosesnya semakin bagus buat keselamatan hidup gue." Dua gadis itu hanya mengangguk-angguk, tak perlu dijelaskan lagi. Mereka sudah terlalu sering mendengar soal rencana ini berulang kali dari Davika. Milly mengangguk sambil menyeruput jus alpukat miliknya. "Gue nikah bulan depan," uca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD