Part.16

1204 Words

"Dav, jangan bercanda, jawab pertanyaan aku yang bener." suara Fabio meninggi. Pemuda dengan tatto di punggung tangan itu terus berusaha mengejar Davika yang berjalan menjauh menghindarinya. Sekali lagi tangannya terus mencekal lengan Davika dan berhasil. Gadis itu menoleh dengan tatapan tidak suka. "Apaan lagi, sih, Fab? Gue kan udah bilang iya." Teriaknya kesal. Air muka Fabio berubah semakin mengeras, jawaban dari mulut Davika itu seperti sebuah keputus asaan baginya. Sebelumnya Fabio mendapatkan selentingan berita tentang rencana pernikahan Davika dari papanya. Papanya adalah rekan kerja papa Davika. Meski begitu entah mengapa, papa Davika sangat tidak menyukai dirinya. Fabio yang tidak percaya akhirnya berusaha menemui Davika untuk memastikan hal itu, memaksa Davika untuk mau ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD