Empat Puluh Empat

1128 Words

Di hari berikutnya, Jesty berniat jalan-jalan di sekitar rumah Oma Rita. Ia tidak sendirian, dirinya sudah berhasil memaksa satu jiwa di rumah Oma Rita, siapa lagi kalau bukan Mas Elwin. “Kita jalan saja ya, Mas. Jesty tidak mau lari.” “Kenapa tidak mau lari?” “Nanti capek, Mas!” teriak Jesty, pasalnya wanita itu sudah jalan lebih dulu. Elwin mengikuti dari belakang. “Nanti kalau Jesty capek, Mas gendong,” ucap Elwin saat sudah berjalan berdampingan dengan Jesty. “Tidak perlu capek karena lari, nanti semisal Jesty capek jalan pun akan minta gendong Mas Elwin.” Jesty menepuk bahu Elwin seraya menaikkan satu alisnya. Berniat membalas yang kemarin. Jesty mau unjuk diri, tidak hanya Mas Elwin yang bisa, dirinya juga bisa kok. Tertawa, Jesty sedikit berlari meninggalkan pria itu. Setelah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD