Dua Puluh Satu

1041 Words

Jesty turun dari tangga, ia sedang menanti seseorang yang katanya pergi sebentar tapi ternyata lama. "Apanya yang sebentar? Dua jam ini, untung aku enggak lumutan." Mencari udara segar, Jesty menuju halaman belakang. Ia berencana akan malas-malasan di sana saja dari pada di dalam rumah, suntuk. Duduk di pinggir Gazebo seraya menatap kolam renang. Jesty berpikir, andaikan ia bisa berenang. Kolam renang ini pasti akan bermanfaat. Ia tidak yakin si pemilik rumah memakai kolam renang ini. Kasihan, ada tapi tidak di pakai. Lebih parah lagi, ada di anggap tidak ada. "Malang sekali nasibmu kolam renang." Jesty perlahan mendekat ke arah kolam renang tersebut, ia memilih duduk di pinggirnya dengan tangan dicelupkan ke air kolam renang, bergerak ke kiri dan ke kanan. "Sama seperti diriku," lanju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD