Elwin sampai di rumah Jesty. Rumah itu tampak sama seperti waktu di tinggalkan. Pintu pagar masih di kunci dari luar. Pintu utama pun terlihat masih terpasang gembok. Tandanya, Jesty tidak kembali ke tempat ini. Bergegas, Elwin masuk kembali ke dalam kendaraannya. Bersamaan dengan itu ponselnya berbunyi. Harapannya tetap sama, Jesty lah yang menghubunginya. Tapi ternyata tidak. "Ada apa lagi?" "Tuan, tadi dokter pribadi Tuan yang pernah ke rumah, datang lagi. Katanya mau berte--" "Kapan?" "Sebelum Tuan pulang, beliau sudah pergi. Katanya tidak jadi bertemu Tuan. Saya jadi curiga, Tuan. Dia satu-satunya orang yang datang ke rumah." Elwin menggenggam erat ponselnya. Mungkinkah Jesty sedang bersama Dio sekarang? Bisa jadi. Pasalnya satpamnya tersebut tidak melihat Jesty melewati gerbang

