Eighteen

1361 Words

"Hadirnya kerikil di kehidupan, bukan untuk merasa takut. Tapi justru untuk merasa kuat." ** AUTHOR POV Damar membuka pintu rumahnya begitu bel berbunyi. Wajahnya terlihat kaget begitu melihat Keira sudah berdiri tepat di hadapannya. Sepertinya Keira akan berangkat ke kantor, mengingat pakaiannya yang rapi. Damar menatap Keira dengan wajah sarkastis. "Mau apa?" tanya Damar ketus. "Aku mau ketemu anakku." jawab Keira santai dan berjalan masuk ke dalam. Damar menatapnya dengan kesal. Bahkan ia belum mempersilahkan wanita itu masuk. Sepertinya Keira lupa akan posisi dan statusnya dirumah ini. Ia hanya mantan istri Damar, mantan menantu ibunya. Bukan lagi orang yang memiliki wewenang untuk masuk seenaknya ke dalam rumah ini. Damar menyusul Keira dan menarik lengan Keira. "Punya sopan sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD