"Ayuni ayo bangun, Sayang. Ini hari Senin, loh. Tumben sih jam segini belum bangun." Nira menggerakkan tubuh Ayuni yang masih bersembunyi di balik selimut. Tidak ada jawaban dan pergerakan. Dia membuka selimut yang menutup wajah Ayuni. "Ayu, kamu kenapa?" Ayuni masih menutup matanya, mulutnya sedikit terbuka, keningnya mengerut seperti menahan sakit. Nira memegang dahi Ayuni. "Panas. Pantas saja kamu nggak bangun pagi." Nira segera mengambil kotak obat dan mengambil kompres gel dan memasangnya di dahi Ayuni. Dia membangunkannya sebentar untuk menyuapi makan dan memberikan penurun panas. "Sudah sana berangkat, biar Ayuni Ibu yang jaga," kata Halimah pada Nira. Nira sendiri masih duduk di pinggir ranjang Ayuni. Dia gelisah dan berkali-kali mengecek suhu badan putrinya. "Sudah turun." Ni

