Lamaran Dadakan

1017 Words

"Makasih sekali lagi ya Pak Yudha. Maaf merepotkan," kata Nira setelah mobil Yudha menepi di depan rumahnya. "Lain kali jangan ceroboh lagi. Kalau tadi tidak bertemu denganku jadi apa kamu Nira." Nira meringis setelah mendengar perkataan Yudha, kemudian keluar dari mobil. Yudha mengikuti Nira keluar dari mobil, ingin menunggu sampai Nira masuk ke dalam rumah. "Nira!" Sebuah panggilan membuat Nira menoleh ke belakang. "Ya ampun. Kamu dihubungi dari tadi kok nggak bisa. Bikin khawatir tahu nggak." Fajar keluar dari rumah Nira dan berjalan cepat. "Dari mana aja?" Fajar kembali bertanya sambil memutar badan adiknya, memeriksa kalau-kalau ada luka yang disembunyikannya. "Aku nggak kenapa-napa, Mas. Aku bukan bocah." Nira cemberut karena Fajar masih belum berhenti dari kegiatannya. "Mas Fa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD