Tujuh tahun kemudian "Aduh." "Maaf Mbak, saya buru-buru. Maaf ya." Seorang laki-laki meminta maaf pada seorang gadis berjilbab hitam dengan tas ransel besar di punggungnya. "Nggak apa-apa, Mas." Laki-laki itu berlalu dengan tergesa setelah Ayuni menjawab. Gadis itu membenarkan ransel di gendongannya lalu kembali meneruskan langkahnya. "Kak Ayuuu." Seorang gadis kecil bermata bening berlari dan berteriak memanggil Ayuni lalu menubruknya, memeluknya erat. "Hei bocah. Kamu siapa?" Ayuni bertanya pada gadis kecil itu. "Nggak lucu. Lupa sama adik sendiri." Sang Bocah bersedekap dan menggembungkan pipinya lucu. "Hahaha, gitu aja ngambek. Gemes banget siiih." Ayuni mencubit pipi adiknya sampai anak itu mengaduh. "Ibu ...." Dengan mata yang berair dan pipi merah Natasya mengadu

