"Mohon maaf Pak Yudha, kedatangan kami ke sini karena kami ingin membatalkan rencana pernikahan anak kita." Yudha dan Nira terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh calon besan mereka. "Pak Herman, ini ada apa sebenarnya? Rencana pernikahan Ayuni dan Abim kan sudah disepakati. Kenapa tiba-tiba begini?" "Kalau dari awal kami tahu kalau Ayuni itu anak haram, kami juga tidak akan pernah setuju!" Mita, ibu Abim, berkata sambil melengos. Air mata Ayuni mengalir mendengar kata-kata itu keluar dari ibu calon suaminya. Luka yang sudah lama sembuh kini seolah kembali terbuka. Hatinya berdarah, hinaan itu keluar dari wanita yang beberapa hari yang lalu masih begitu hangat menyambutnya. "Tidak ada maksud kami menyembunyikan hal itu Pak, Bu. Dari awal Abim sudah tahu kebenaran ini." Yudha

