Motor Niko melaju kencang di jalanan kota yang ramai. Pikirannya berkecamuk dengan hal yang baru saja terjadi. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Ayuni, anak kesayangannya, ingin menerima pinangan dari Raziq. Anak menyebalkan yang tidak tahu sopan santun kepadanya. Setibanya di rumah, Niko langsung duduk di ruang tamu. Gita tengah menonton sinetron di televisi sambil memakan camilan dengan santai. "Niko, kamu sudah pulang?" tanya Gita. Melihat ekspresi serius di wajah putranya, Gita menghentikan aktivitasnya. Dia mematikan televisi dan duduk menghadap Niko. "Bagaimana pertemuan dengan calon suami Ayuni? Dia orang kaya?" Niko menggeleng. Dia ragu, apa harus menceritakan kejadian di rumah Nira pada Gita. "Laki-laki itu teman sekolah Ayuni di SMP dan SMA, Ma. Namanya Raziq," uja

