"Niko, Papa mau bicara." Surya berdiri di ambang pintu kamar putranya. Memintanya mengikutinya ke ruang kerjanya. Niko menunduk dan menghela napasnya sebelum berdiri mengikuti Surya. Dia sudah menduga apa yang akan papanya bicarakan. Dia berjalan pelan, karena ragu juga sedikit takut dengan respon Surya. "Duduk Niko." Surya yang sudah duduk di sofa menyuruh Niko duduk karena putranya itu hanya berdiri saja di depan pintu. Hening sejenak. Lalu Surya mendesahkan napasnya panjang. "Apa maksud perkataan Pak Brata? Ada masalah apa di perusahaan sampai dia bisa bilang keluarga kita akan hancur." Surya bertanya pelan. Niko terdiam dan berpikir, menyusun kata-kata yang akan keluar dari mulutnya. "Ada sedikit masalah di perusahaan, Pa. Tapi Papa nggak usah khawatir, aku pasti akan segera men

