"Pak Yudha, setelah pertemuan dengan Pak Brata nanti perwakilan Putrajaya akan kemari." Nira mengingatkan kembali jadwal dari bosnya. Yudha mengangguk dan terlihat berpikir. "Putrajaya hanya mengirimkan wakil? Pak Niko tidak ingin bertemu langsung denganku?" Nira menggeleng. "Sekretaris Pak Niko hanya bilang perwakilan mereka yang akan datang, Pak." Nira merasa bersyukur karena bukan Niko yang akan datang. Dia tidak bisa membayangkan kalau mereka bertemu sebagai mitra bisnis, bisa-bisa semua akan kacau. "Padahal aku sangat ingin bertemu dengan Niko Pratama. Seperti apa dia orangnya." Yudha berkata sambil memainkan bolpoin di jarinya. "Lebih baik tidak usah, Pak," ucap Nira spontan. Nira merutuk dalam hati karena keceplosan dalam bicara. Dia gigit bibirnya dan melirik ke arah Yudha

