Niko berada di seberang rumah Nira, mengawasi rumah itu dari dalam mobilnya. Dia rela bangun pagi-pagi sekali agar bisa tepat waktu datang ke sana. "Padahal dulu dia hanya seorang anak guru honorer yang miskin. Tapi sekarang bisa punya rumah yang besar dan usaha dimana-mana." Setitik rasa penyesalan kembali hadir dalam hati Niko. "Kalau dulu Mama tidak menghasutku untuk menjauhi Nira, mungkin sekarang aku sudah bahagia bersama Nira juga Ayuni," kata Niko menghayal. Membayangkan saat-saat indah yang pernah dia lalui saat berpacaran dengan Nira. Saat dia memberanikan dirinya bercerita tentang kekasihnya yang hamil, Surya dan Gita begitu murka. Apalagi saat tahu kalau gadis itu hanya dari kalangan biasa, bukan orang kaya seperti mereka. Setelah memuntahkan kata-kata tidak menyenangkan k

