Bu Toto langsung menghambur pada Bapak dan berteriak sambil memukul pelan wajah lelaki tersebut untuk membangunkannya. Tapi Pak Totk tak juga bangun. Dengan cepat, aku berlari ke luar rumah, berteriak untuk meminta pertolongan tetangga sebelah. Cepat Pak Abas, tetangga sebelah, datang bersama warga lainnya. Mereka membopong Pak Toto dan membawanya dengan mobil Pak Abas. Rumah sakit terdekat yang berjarak tiga ratus meter adalah tujuan mereka. Bu Toto sambil terus menangis ikut bersama Pak Abas. Saat mobil telah berjalan, aku segera meraih kunci mobil Pak Toto yang tergeletak di atas nakas dalam kamarnya. Cepat kugendong Adiva dan Raina yang tak kunjung menghentikan tangisnya demi melihat hiruk pikuk dan kepanikan semua orang. “Kung ke mana, Ma? Kung kenapa? Uti kenapa nangis?” Tak ku

