Chapter 32

1183 Words

Langit jingga di atas Ujung Kampung perlahan berganti gelap. Danu, Lian, dan Ratih baru saja melangkah memasuki halaman rumah tua Parji usai berjalan-jalan dari arah muara. Lian masih saja berceloteh riang, sementara Ratih berjalan pelan di belakang dengan wajah yang tampak letih menahan beban perasaannya. "Wah, seru banget jalan-jalan sorenya! Rumah Mas Danu ini kalau malam ternyata estetik juga ya," celetuk Lian riang sambil mengibaskan rambutnya yang tertiup angin malam. Belum sempat Danu membalas ucapan Lian, deru sepeda motor raungan tinggi mendadak memecah ketenangan malam. Sebuah motor matic berhenti mendadak di depan pagar, membuat debu melayang tebal. Pak RT turun dari motor dengan wajah mandi keringat dan napas tersengal-sengal. "Danu! Nu! Celaka, Nu!" teriak Pak RT pusin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD