Chapter 13

770 Words

"Eh, Mas Danu... mau ke mana, kok kelihatannya buru-buru banget?" Ratih melangkah mendekat dengan senyuman malu-malu, membawa kantong plastik kecil berisi obat pesanan klinik yang ia ambil dari meja luar. Danu menghentikan langkahnya, berusaha memasang ekspresi setenang mungkin meski pikirannya sedang dipenuhi masalah rumah. "Oh, Ratih. Ini, mau ke warung depan sebentar belikan rokok buat Kang Parji." "Oalah, kirain mau ke mana. Kirain mau main ke warung Mak lagi kayak kemarin," sahut Ratih dengan pipi yang mendadak merona merah, matanya memperhatikan lengan berotot Danu. "Belum sempat, Ratih. Di rumah lagi agak repot karena Kang Parji baru saja pulang," jawab Danu singkat sambil tersenyum tipis, menjaga jarak agar tidak terlalu lama mengobrol di luar. "Oh, Kang Parji sudah pulang, y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD