17. Gaun yang buruk

1183 Words
“Jangan menunggu ku! Malam ini aku akan pergi bersama Jack. Ada urusan yang harus aku selesaikan.” Ingin rasanya Ia berata demikian pada Alexa, tapi bibirnya terasa terkunci rapat dan hanya diam saat mengancingkan kemejanya. Sesekali ia melirik gadis itu dari balik cermin, tentu saja Ia mencuri pandang agar tidak membuat gadis itu terlalu percaya diri. “Apa kamu berniat pergi malam ini? Kalau ya, aku ingin ikut bersmaa mu. Rasanya aku sudah lama tidak keluar malam setelah tinggal di villa ini,” ujarnya dengan menutup majalah bisnis. “Tidak! Aku bersama Jack akan pergi ke klub malam, dan itu sangat berbahay untuk gadis seperti mu!” “Ck! Dia belum tahu saja, jika sebelum menikah aku sempat mencari uang di tempat itu,” gumamnya pelan. “Justru karena itu, aku tidak ingin kau ikut dengan ku!” Alexa mendelik, tapi Ia akan terus memaksa agar Leon mengijinkannya ikut. “Aku akan tetap ikut!” Leon berbalik dan menatap tajam Alexa. Tapi semua yang dilakukan Leon sia-sia. Alexa justru mendekat dan berdiri di hadapannya tak kalah tajam menatapnya. “Jangan tatap aku seperti itu! Karena itu sama sekali tidak akan berpengaruh apapun pada ku.” Keduanya melirik jam dinding bersama-sama. Alexa tersenyum. Ia masih memiliki waktu untuk bersiap-siap. karena melihat dari penampilan Leon, ia masih butuh waktu untuk merapihkan penampilannya. Tanpa banyak berkata apapun, Alexa masuk ke dalam ruang ganti dan saat keluar dari ruangan tersebut, Alexa sudah berganti dengan pakaian kurang bahan yang entah dari mana asalnya. Leon sama sekali tidak menyediakan pakaian seperti mini dalam lemari Alexa. “Oh, God! Apa-apaan ini Alexa? Dari mana kamu menemukan pakaian serba mini seperti ini?” Bukannya menjawab, Alexa berjalan mendekati Leon, berdiri di hadapan pria itu sembari memasangkan dasi dengan gerakan yang begitu menggoda. Jakun Leon sampai naik turun karena menelan salivanya sendiri. Jika terus seperti ini, Leon bisa saja lupa diri dan langsung membawa Alexa naik ke atas ranjangnya. Meskipun itu melanggar kesepakatan. “Aku baru saja membuatnya di dalam. Bagaimana menurut mu?” “Gaun yang buruk!” Alexa melepaskan tangannya dengan bibir yang menganga, melihat kemana pria itu melangkah. “Hah... Apa katanya? Sangat buruk!” Alexa menggelengkan kepalanya dan  menolak dengan tegas perkataan pria itu. Di dalam ruang ganti, Alexa membuka lebar dua kedua lemarinya dan melihat seluruh pakaian yang dibelikan Leon untuknya. Tidak ada pakaian mini satu pun, tapi otak Alexa bekerja cepat dan mengeluarkan sebuah gaun hitam yang benar-benar mencetak tubuhnya. Gaun itu panjang, bahkan memiliki ekor yang cukup membuatnya kewalahan. Ia menyulap gaun itu menjadi pakaian mini. Ia memotong bagian bawah gaun tersebut hingga kini ukurannya bahkan menjadi sangat pendek, hingga satu jengkal di atas lututnya. Sedangkan bagian lengan, ia biarkan begitu saja karena bagian depan sudah cukup memiliki belahan rendah. Seksi dan ini benar-benar mengganggu untuk Leon. Alexa kembali mendekati Leon, “Aku akan tetap ikut bersama mu!” “Mengertilah Alexa...” “Apa aku harus berlutut di hadapan mu agar kamu mengijinkan ku ikut?” Alexa benar-benar melakukan itu dan detik berikutnya Leon hanya bisa menghela napas dalam, menurunkan egonya hanya untuk membuat gadis itu berdiri. “Aku takut kau terluka! Jadi tetaplah di sini,” katanya lembut. “Aku akan menjaga diri ku dengan baik. Bukankah kau tahu bagaimana kehidupan ku sebelum ini?” Leon hanya bisa mengangguk pada akhirnya. “Jack! Pastikan papa tidak tahu jika kita akan pergi malam ini. Dan... Alexa akan ikut bersama ku malam ini.” Jack cukup terkejut mendengar perkataan Leon di telinganya. Bagaimana bisa Ia membawa serta nona muda dalam misi berbahaya ini. Selain itu, tempat yang akan mereka datangi sangatlah tidak baik untuk gadis itu. Tapi Jack tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat yakin jika tuan muda nya sudah mengatur semuanya agar istrinya aman dari jangkauan tangan-tangan nakal di klub malam. *** “Tuan Aji sudah beristirahat!” lapor Jack. “Kita pergi sekarang!” Jack mengangguk dan keluar lebih dulu. Sedangkan Leon, ia langsung meraih tangan Alexa dan mereka berjalan bergandengan sampai akhirnya masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan, tidak ada yang bicara sepata kata pun. Mereka duduk dengan tenang, termasuk Alexa yang saat ini duduk dalam diam dengan bibir yang mengerucut. Ia kesal. Kedua tangannya masih ia lipat di dadanya yang cukup berisi, dan semakin menonjol karena tekanan dari kedua tangannya. “Apa kau kesal pada ku?” Leon akhirnya bersuara. Alexa tetap diam dan tidak peduli dengan pertanyaan Leon. “Pakaian ini lebih pantas untuk mu, Alexa.” “Kita akan pergi ke klub malam dan kamu menyuruhku memakai baju seperti ini? Come on, Leon! Itu klub malam. Bukan pesta dansa!” Alexa mendengus kasar dan melanjutkan kekesalannya. Leon langsung memperhatikan penampilan Alexa. Ia tersenyum penuh arti saat melihat penampilan Alexa malam ini.  Gaun yang telah Ia pilih memang cukup tertutup sampai di bagian bawah, hanya saja bagian atas terbuka, tapi tidak terlalu rendah. "Gaun ini akan berguna. Dan aku pastikan kamu tidak akan menyesal telah memakai gaun pilihan ku," bisik Leon. "Tetap saja ini tidak sesuai jika dipakai masuk ke dalam klub malam!" Alexa tetap mengeluh. Leon hanya terkekeh dan tidak ingin mendebat keluhan dari gadis yang ada di sampingnya saat ini. Apapun yang Ia lakukan selalu saja sudah dengan pemikiran yang matang. Gaun yang Leon pilih malam ini sudah Ia perhitungan tingkat keamanan dan kenyamanan Alexa. Dua puluh menit berlalu, mobil berhenti tepat diparkiran VIP. "Kita sudah sampai, Tuan muda!" "Pergilah lebih dulu! Aku akan bicara dengan Alexa sebelum masuk." Jack hanya mengangguk dan keluarga lebih dulu. "Ku boleh memakai gaun ini! Aku akan menunggumu di luar," Leon memberikan gaun yang sudah Alexa potong hingga sebata pahanya. Alexa melongo tidak percaya. Ia lantas geleng kepala, masih belum mengerti dengan jalan pikiran pria yang memiliki status sebagai suaminya. "Jangan mengintip!!" "Aku tidak berminat untuk mengintip mu." Lagi-lagi gadis itu hanya mendengus. Leon keluar dan berdiri membelakangi pintunya mobil dan tapi tanpa sengaja ia mencuri pandang dari kaca spion mobil. Dalam kedip berikutnya, Alexa sudah siap dengan pakaian seksinya. Ia mengetuk jendela dan keluar dengan senyum manisnya. "Kita masuk sekarang?" Leon mengangguk. Sesuai dengan rencana, mereka akan berpisah. Tapi Alexa akan tetap bersama satu bodyguard yang sudah terlatih, hampir sama dengan Jack. Alexa masuk lebih dulu, pandangan matanya bertemu dengan Jack, tapi mereka hanya berpapasan tanpa berkata apapun. Sedangkan Jack masih berdiri di dekat pintu menunggu kedatangan Leon. Dengan begitu percaya diri, Alexa nail le atas dance floor dan menggerakkan tubuhnya mengikuti dentuman musik. Bergerak bebas dengan mata yang tetap waspada, mencari sosok yang Ia lihat di video tersebut. Bukan mangsa yang Ia lihat, tapi justru Leon yang saat ini sedang menatapnya tajam dari sudut gelap. 'Apa yang dia lakukan? Bukankah itu terlalu berlebihan?' batin Leon. Tidak tinggal diam, dengan cepat Leon naik dan ikut bergabung dengan Alexa. Dengan cekatan ia menyingkirkan tangan-tangan nakal yang berusaha untuk menyentuh tubuh istrinya itu. "Ikut aku!!" Leon menarik paksa tangan Alexa dan membawanya jauh dari keramaian. Tanpa basa-basi, Leon langsung menempelkan bibirnya pada bibir merah milik Alexa, m membuat gadis itu kembali terbelalak. "Apa yang kamu lakukan?" Alexa mendorong tubh Leon dengan kuat sampai ciuman mereka terlepas. "Diam! Dia ada di sini!”      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD