Saat ini Adul berserta tiga rekannya tengah siap-siap untuk menuju ke kediaman Rahman di Sidempuan. Sedari tadi ibu Ucok sudah terlihat sibuk memasak banyak makanan untuk makan siap teman anaknya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri. "Mak, jangan banyak kali masak, gak muat nanti perut kami." Celetuk Adul dari pintu dapur, mereka memang memanggil ibu Ucok dengan mamak, karena permintaan wanita itu sendiri, setidaknya bisa mengobati kerinduan nya kepada kedua anaknya. "Halah, sesekali juga. Bisa bawa bekal kalian, mamak masak Sartika. " Adul terlihat bingung, maksudnya? Memasak Sartika masak orang bernama Sartika? Kok sadis banget. "Sartika itu sambal teri kacang, itu pun gak tau kau, Dul Dul." Rahman terkekeh geli, ia paham kenapa Adul tidak tau apa itu Sartika, karena itu mer

