Dua puluh dua

1037 Words

Jimmy menjalankan tugasnya seperti biasa menunggu seseorang yang akan kembali pada Tuhan. Tak lama Malaikat Nam muncul secara tiba-tiba di sampingnya. Mereka berdiri di sudut jalan, menunggu waktunya bekerja. Nam melirik ke arah Jimmy. Ia senang sekali meledek sayap pendek milik Jimmy. "Sayapmu semakin besar." Ucapan Malaikat pencabut nyawa itu membuat Jimmy menoleh ke belakang. "Benarkah?" tanya sang malaikat senang. Nam kemudian melebarkan sayapnya yang ujungnya terlihat menjulur ke bawah dengan Kilauan bulu hitam yang indah. "Hanya saja milikku jauh lebih baik." Jimmy memerhatikan sekilas, jelas ia cemburu dengan itu. lalu memilih tak mau peduli pada Nam yang kini tertawa lepas melihat kekesalan Jimmy. Dua buah mobil dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan cepat. Keduanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD