Pagi hari Jeon-gu sudah bersiap berangkat ke sekolah, saat ia melihat sang ayah yag tengah mempersiapkan meja altar untuk upacara pemanggilan arwah. Anak itu telah terbiasa sebenarnya hanya saja, yang berbeda adalah wajah sang ayah yang terlihat gusar. "Ada sesuatu Yah? Ayah terlihat tak yakin?" Heosok menghela napasnya, lalu menoleh menatap anak laki-lakinya. "Ada yang kurang, aku tak bisa melihat sama sekali arwah gadis itu. Aku takut upacara malam ini gagal." Jeon-gu malah terkekeh melihat keraguan dari sang ayah. Pasalnya, tak biasanya kepercayaan diri ayaahnya merosot seperti ini. Sang ayah biasanya punya kepercayaan diri yang luar biasa. "Ayah bilang kalau tak akan pernah gagal? Mana kepercayaan diri ayah yang biasa ayah tunjukkan?" Mendengar itu hanya membuat sang saman lagi

