episode 18

1952 Words

“Kanaya, bagaimana keadaanmu hari ini?” sapa Dave, melalui layar ponselnya itu. Dave menatap Kanaya, dilihatnya jika wajah kekasihnya itu tak lagi sepucat kemarin. “Aku baik – baik saja, Dave. Kenapa kau harus membuat Nadine datang pagi – pagi sekali?” protes Kanaya, sembari tersenyum kecil. “Aku cemas, Naya, dan aku tidak bisa melakukan apapun untukmu. Hanya Nadine yang terpikir olehku, aku akan mengirim sesuatu untuknya sebagai ucapan terima kasih.” “Dave, aku senang kau begitu perhatian padaku. Tapi, jangan merepotkan orang lain lagi, oke?” “Kau tidak tahu apa yang kurasakan, Kanaya. Aku di sini terus memikirkanmu, bagaimana kau di sana seorang diri. Aku benar – benar ingin menyerah.” Dave berkata dengan sedih, lelaki itu bahkan mengalihkan pandangannya dari tatapan Kanaya. “Dave.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD