Elang membuka matanya lebar, saat menerima pesan dari Kanaya. Jika bukan karena rapat hari ini, lelaki itu pasti sudah melajukan mobilnya untuk melihat keadaan Kanaya. Berkali – kali ia melihat ke arah jam tangannya itu, berharap rapat ini segera selesai. Nadine yang duduk di seberang Elang sangat mengetahui kegelisahan laki – laki itu, Kanaya pasti telah mengirim pesan untuknya. Tapi, rapat hari ini benar – benar penting, sehingga mereka tidak bisa meninggalkan ruangan sampai benar – benar berakhir. Elang menatap Nadine, dan perempuan itu tahu benar apa yang ia inginkan. Nadine menggeleng, seakan memberi isyarat kata “Tidak” di sana. Bagaimana ia bisa membantu jika direktur pusat pun hadir di dalam rapat ini? Elang menggosok hidungnya beberapa kali, dan Rieka sejak tadi terus memperha

