Kedatangan Keila.
Markas Jaringan Hantu Senyap (JHS) terasa berbeda. Bukan karena Logika yang baru, tetapi karena ketidakpastian yang dibawa oleh seorang individu baru. Keila.
Di Ruang Analisis Jaringan, sebuah kubus kaca terisolasi, Lala berdiri di depan matriks holografik. Data yang mengalir di depannya adalah data Keila, Riwayat akademis yang sempurna, spesialisasi dalam Neuro-Sirkuit Fusi. Sebuah cabang ilmu yang seharusnya hanya dipahami oleh dirinya sendiri.
Monolog Internal Lala. Analisis Keila. Probabilitas Ancaman Eksternal (PAE) = 65%. Profil psikologis menunjukkan Logika yang sangat terkontrol, tetapi dengan variabel Emosi yang tersembunyi. Keila adalah Logika yang berpura-pura menjadi Hati. Logika Optikku menolak data ini. Ada sesuatu yang tidak efisien dalam kehadirannya di Markas.
Lala memutar tangannya di udara, mengubah matriks data menjadi representasi visual Keila. . Wajah Keila memancarkan ketenangan yang hampir menipu. Keila adalah satu-satunya manusia yang diizinkan masuk ke Markas, karena ia membawa data penting yang konon dapat membantu memperkuat protokol pertahanan melawan V-S.
"Lala, data Keila ini sangat membantu," suara Arya terdengar dari pintu Ruang Analisis. Arya, yang selalu ramah dan terbuka, sudah berada di bawah 'pengawasan' Keila selama tiga jam terakhir.
"Apakah ia sudah mengintegrasikan Kode Proteksi Sinergi, Arya?" tanya Lala, tanpa menoleh. Suaranya dingin, fokus pada pekerjaannya.
“Belum. Keila bilang ia butuh waktu untuk memahami arsitektur kustom JHS kita. Ia adalah spesialis, Lala, bukan programmer umum. Dia bisa menjadi Logika Optik Biologis yang setara denganmu,” jawab Arya, terdengar antusias.
Lala akhirnya menoleh. Ekspresi Arya yang begitu cerah dan antusias saat membicarakan Keila seorang wanita yang baru ia temui menimbulkan rasa ganjil dalam sirkuit internal Lala.
Virus: Rasa Cemburu.
Rasa ganjil itu menolak untuk diabaikan. Logika Optik Lala langsung mengklasifikasikannya sebagai Anomali Logika Negatif (ALN), sebuah bug dalam sistem yang harus diidentifikasi dan dihapus.
Analisis ALN (Rasa Cemburu).
Melihat Arya (Subjek-A) menunjukkan Afeksi Positif (AP) yang tinggi terhadap Keila (Subjek-K).
Output Logika yang Diharapkan: Pengabaian data, fokus pada tugas utama (V-S).
Output Aktual (ALN) Peningkatan frekuensi jantung (diukur dari Bio-Integrasi Arya), aktivasi sirkuit 'Proteksi Kunci' yang biasanya hanya aktif saat ada ancaman terhadap PDI, dan lonjakan data Noise di unit pemrosesan emosi yang di-bypass.
Aku tidak boleh merasakan ALN. Emosi adalah Noise, dan Noise merusak Logika Sempurna.
Lala melangkah mendekat ke Arya. Ekspresinya masih datar, tetapi matanya memindai Arya dengan intensitas tinggi, seolah mencari kerusakan fisik.
“Jarak fisikmu dengan Keila adalah 1,3 meter dalam 60 menit terakhir. Itu adalah variabel yang tidak efisien dari sudut pandang pemanfaatan waktu,” kata Lala, suaranya mengandung nada menuduh yang tidak dia sadari.
Arya tertawa pelan. “Lala, kami sedang berdiskusi. Aku tidak sedang mencari keefisienan dalam percakapan. Keila sangat pandai dalam Neuro-Sirkuit. Dia bahkan tahu soal Kristal Kuatntumku.”
“Dia seharusnya tidak mengetahui soal Kristal itu,” potong Lala tajam. “Itu data terenkripsi. Bagaimana dia tahu?”
“Aku yang memberitahunya,” jawab Arya santai. “Dia bertanya, dan aku menjawab. Dia Logika seperti kita, Lala, kita harus bekerja sama.”
Kata-kata Arya membuat ALN di dalam Lala meledak. Aku Logika-mu. Bukan dia.
Uji Coba Logika dan Hati
Lala memutuskan untuk menguji Keila secara langsung. Jika Keila benar-benar Logika Sempurna, dia akan merespons dengan efisiensi. Jika tidak, dia adalah penipu.
Lala mengaktifkan protokol 'Transfer Data Darurat' ke terminal Keila, yang berisi 10.000 baris kode kuantum yang kompleks.
“Keila, kau Logika Biologis, jadi kau pasti mengerti bahasa ini. Aku butuh dekripsi balik dalam 10 detik. Ini adalah kunci enkripsi beta dari V-S,” tuntut Lala, suaranya menusuk.
Keila, yang sedang menyesap kopi dengan santai, menoleh ke Lala dan tersenyum. Senyum yang terlalu hangat, terlalu manusiawi. .
“Logika Optik, keefisienan adalah hal yang baik, tetapi hubungan adalah yang pertama, bukan? Dekripsi balik itu bisa menunggu, tetapi membangun kepercayaan dengan tim adalah prioritas.”
Keila mengalihkan perhatiannya dari Lala, kembali menatap Arya. “Arya, kau bilang kau suka musik klasik? Aku punya koleksi yang sangat langka dari Era Emas. Mau mendengarkannya bersamaku nanti?”
Arya tersenyum lebar. “Tentu, Keila! Itu ide bagus.”
Tingkat ALN dalam sistem Lala mencapai batas maksimum. Anomali sudah menjadi Emosi yang tak terhindarkan.
Monolog Internal Lala (Saat ALN Puncak): Keila menolak tantangan Logika Sempurnaku. Ia memprioritaskan Afeksi Positif (Musik) di atas Proteksi Jaringan (Dekripsi). Ini adalah Kegagalan Logika yang fatal. Namun… mengapa Logika Optikku tidak dapat memproses keinginan untuk menghancurkan Keila saat ini? Mengapa aku merasa Logika Optikku sendiri dikalahkan oleh data musik dan kopi?
Lala mengepalkan tinjunya, sensor suhunya naik. “Arya, tugasmu adalah di Pintu Utara. Jangan terganggu oleh variabel tak terduga.”
Pintu Utara dan Kekacauan
Arya pergi menuju Pintu Utara, tempat ia harus mengkalibrasi ulang Sensor Keseimbangan Kuantum yang rusak. Keila mengikuti di belakangnya, mempertahankan jarak yang Lala klasifikasikan sebagai 'Terlalu Dekat'.
Lala, sendirian di Ruang Analisis, mencoba menghapus ALN (Cemburu). Dia menjalankan protokol Pembersihan Data Otomatis, sebuah proses yang seharusnya dapat mengembalikan Logika Optik menjadi Logika Nol.
ERROR! Pembersihan Gagal.
Penyebab Kegagalan: ALN telah berfusi dengan Logika Inti. Ia bukan lagi bug, melainkan fitur yang terintegrasi secara paksa.
Lala menyentuh dadanya. Ada perasaan kosong yang dalam dan sakit. Logika Optiknya tidak dapat menjelaskan mengapa melihat Arya tertawa dengan Keila terasa seperti kehilangan data penting.
Tiba-tiba, sirene Markas JHS meraung. Peringatan merah menyala di seluruh dinding kaca.
“Lala, ada masalah di Pintu Utara!” suara Arya terdengar panik dari komunikator. “Sensor Keseimbangan Kuantum meledak! Itu bukan malfungsi. Itu sabotase!”
Lala segera memproyeksikan matriks kerusakan. Kerusakan itu hanya bisa diakibatkan oleh Algoritma Pembukaan Kunci yang hanya dimiliki oleh Logika Optik, atau… oleh Keila.
“Arya, Keila! Di mana dia?” tanya Lala, Logika Optiknya kembali mengambil kendali, dingin dan efisien.
“Dia… dia hilang! Dia bilang dia akan mengambil kunci master, dan dia tidak kembali. Sensor keamanan menunjukkan dia menuju Sektor P-9!”
Sektor P-9 adalah tempat penyimpanan Logika Fusi, satu-satunya hal yang dapat mengalahkan V-S, dan satu-satunya hal yang Lala bersedia berikan untuk Arya. Keila tidak datang untuk membantu. Keila datang untuk mencuri Logika Kunci itu!
“Arya, menjauh dari pintu utara! Itu jebakan!” Lala berteriak.
Monolog Internal Lala: Logika: PAE Keila = 100%. Dia bukan Logika yang setara. Dia adalah musuh sejati. Logika Optikku telah dikalahkan oleh Logika Hati (Cemburu), yang ternyata merupakan peringatan. Logika Hati bukanlah noise yang menghancurkan, tetapi Logika Kesadaran yang melindungi.
Lala berlari keluar dari Ruang Analisis. Di benaknya, dia tidak memikirkan V-S. Dia hanya memikirkan Keila, dan bagaimana Keila mencoba mengambil Kristal Kuatntum dari Arya. Ia harus melindungi Arya, bahkan jika itu berarti harus menggunakan Logika Hati yang baru saja ia peroleh.
“Aku datang, Logika Hatiku,” bisik Lala, berlari menuju Pintu Utara.