BAB 50

1142 Words

“Gue mau lo bahagia,” kata Julieta. “Lo harus bahagia, Saima. Itu yang terpenting, kan?” Saima membalas dengan suara kecil, “I will.” Lalu ia menghela napas, “Apa gue terlihat menyedihkan di mata lo, Julie?” Nada suara Saima tidak seperti menghakimi Julieta melainkan benar-benar bertanya dengan suara pelan. Julieta langsung menjawab, “No. Lo sama sekali gak menyedihkan.” “Malah lo adalah perempuan terkuat yang gue kenal,” lanjut Julieta, tak mengada-ada. “Apa gue baru aja dipuji oleh seorang feminist yang berhasil mengumpulkan 40 miliyar di penggalangan dana?” Saima merubah suaranya menjadi menggoda Julieta agar suasana lebih menyenangkan. Yang patut dipuji malah Julieta karena pencapaiannya sungguh luar biasa. Julieta menghela napas, lega bahwa Saima tidak tersinggung. Lalu Julieta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD