“Gue bilang kan, lo diem aja tunggu makanannya mateng.” “Sorry.” “It’s okay.” Janied tersenyum melihat Saima yang memasang ekspresi bersalah karena ayam bakar itu benar-benar terbakar sekarang. Janied asyik memasak nasi goreng sehingga ia mempercayai Saima seutuhnya untuk mengurus ayam. Karena Janied pikir Saima akan bisa cuma mebolak-balikan ayam. Ternyata menjadi malam petaka. “Kita makan aja nasi gorengnya, ya. Besok gue bikinin lagi ayam bakarnya,” kata Janied masih tersenyum sambil memberikan sepiring nasi goreng yang untungnya tidak fail seperti ayam. Sebenarnya Janied bisa membakar beberapa potong lagi namun ia tak tega melihat Saima yang sudah kelaperan. Merasa bersalah karena menghancurkan menu makan malam, sesudah menghabiskan nasi goreng Saima menawarkan diri untuk mencuci

