6. story i********:

1465 Words
Kamar bernuansa pink itu ramai. Empat anak manusia yang duduk melingkar di atas lantai sibuk berbincang dari mulai hal yang tidak penting hingga hal yang serius. Tawa yang keras pun sesekali terdengar mengabaikan kenyataan jika sekarang sudah hampir tengah malam. Untung rumah besar itu sepi, hanya ada mereka berempat dan dua pembantu yang tidak akan berani mengomel sekalipun keributan itu menganggu tidur nyenyak mereka. Keempat anak manusia itu adalah Nina, Zara, Kayla dan Mayang. Malam ini mereka menginap di rumah Kayla. Tidak ada sesuatu yang spesial sehingga mereka menginap di sana. Mereka pun tidak merencanakan ini dari jauh-jauh hari. Hanya saja semua ini terjadi karena Kayla yang sedari kemarin merengek karena ditinggal sendiri kedua orang tuanya pergi ke luar negeri. Alhasil karena merasa kasian, Zara pun memberi ide agar mereka menginap di rumah Kayla. Sementara Nina dan Mayang pun iya-iya aja. Toh mereka juga sudah lama tidak menginap bersama. "Eh bentar, kita selfi dulu yuk." Kayla beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya yang berada di meja rias. "Gue mau update ig dulu." ucapnya lagi. Kayla memang suka sekali membagikan semua kegiatan yang ia lakukan di i********:. Entah itu ketika berada di kamar dan dia lagi badmood, pergi ke mall sendirian, atau bahkan ketika jam pelajaran ia pasti menyempatkan untuk selfi dan di posting di i********:. Pokoknya menurut Keila eksis di ig itu adalah hal.yang penting. Jadi jika dia tidak memposting apapun di ignya, pasti dia merasa ada yang kurang. "Di bawah lampu aja, biar nanti hasilnya bagus." kata Kayla yang kini sudah berdiri di bawah lampu. Nina, Mayang dan Zara pun dengan malas beranjak dari duduknya dan menghampiri Kayla. Hmm...andai saja ini bukan rumah Kayla, pasti mereka nggak mau bergerak demi memuaskan Kaylla yang gila eksis di i********: itu. "Ayo sini cepet," ucap Kayla. "Bentar, gue mau benahin jilbab dulu." sekalipun fotonya nanti nggak di post di ignya sendiri, tetep aja Nina dan Mayang nggak mau kelihatan jelek. Terbukti kini mereka sibuk dandan di depan kaca. Sementara Zara seolah acuh tentang penampilannya. Padahal kerudung Zara sekarang lagi miring dan nggak bener. "Udah ayo!!" Kayla udah nggak sabar, pasalnya dia dan Zara udah nuggu lama tapi Nina dan Mayang nggak selesai-selesai. Bagaimana mau cepet, orang si Nina pakai ganti kerudung dulu yang sesuai sama bajunya. Sementara Mayang sibuk bikin alis. Jadi kalau begini, siapa yang eksis? Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Nina dan Mayang pun selesai dandan. Sementara Kayla udah nggak mood lagi selfi. Tapi dia mood-moodin demi posting story di i********:. "Eh lagi-lagi dong, yang bagusan dikit angelya. Masak iya gue kelihatan gosong." Protes Mayang. "Yaudah ayok." Ckrik "Eh boomerang yuk!" Ajak Nina. Zara menghembuskan nafas frustasi, "ya allah gue punya temen kenapa rempong semua." Ucapnya dengan suara berbisik. Sengaja memang, karena dia lagi bicara sama diri sendiri. "Udah ah, gue lelah." "Iya gue juga. Lo aja tuh yang bikin boomerang." kayla menyerahkan ponselnya pada Nina. Dengan tidak tau diri, Nina pun bikin boomerang dengan Mayang dan mempostnya di story ig Kayla. Sebenernya semua itu di lakukan mayang dan Nina dengan tujuan busuk. Siapa tau aja ada dari sekian banyak followers ig Keila ada yang minta kenalan sama mereka berdua. Kan lumayan. "Gue laper, kalian mau pesen Pizza Hut ngga?" Tanya Kayla. "Mauuuuuuu!!!" Itu suara kompak Nina dan Mayang. "Yaudah, siniin hapenya. Gue pesenjn dulu." Dan itu adalah cara Kayla agar kedua temannya itu tidak memenuhi storynya. Mereka berempat pun kini sibuk memilih Pizza Hot yang akan dipesan. Melupakan perihal i********: dan storynya. ---- Studio musik yang tadinya sangat bising dengan suara alat musik yang dimainkan pun kini sepi. Keempat anak manusia yang ada di sana pun kini tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing. Satu jam main alat musik dan nyanyi ternyata capek juga. Apalagi akhir-akhir ini mereka udah jarang ngeband bareng. Pastinya tangan-tangan mereka sekarang udah mulai kaku lagi. Tapi sekalipun begitu, mereka bersyukur karena akhirnya kerinduan main band pun terobati. "Kalau dilihat-lihat Mayang cantik banget ya," ucap Ebi yang sedari tadi sibuk liat story di i********:. Yah, cuma itu kan yang bisa dilakuin jomblo kayak dia. "Mayang yang mana?" Tanya Dharma. "Itu temennya mantannya Dio." Jawab Ebi, seolah lupa jika mantannya Dio itu banyak. "Mantan yang mana?" Dio pun ikut penasaran. "Kayla," jawab Ebi. "Kayla siapa?" Sumpah Dio emang lupa. Seingetnya ngga ada tuh mantannya yang namanya Kayla. Dengan kesal, Ebi pun beranjak dari duduknya demi ngeliatin muka Kayla yang Ebi maksud. Ebi pun menyodorkan ponselnya dimana foto Kayla, Nina, Mayang dan Zara terpampang distory ig Kayla. Bukannya fokus ke Kayla, si Dio malah salah fokus ke Zara yang ada di samping Kayla. Yang tadinya malas-malasan, tiba-tiba aja Dio langsung duduk seolah menemukan semangat hidupnya. Dengan cepat ia merebut ponsel Ebi dan menatap foto Zara dengan seksama. Zara cantik, sekalipun kerudungnya miring. Zara terlihat cantik, sekalipun nggak pakai make up sama sekali. "Lo kenapa jadi senyum-senyum gitu?" Ebi menatap aneh Dio. "Ini ada Zara." Ucap Dio masih dengan senyum yang tiada hentinya. Sontak saja Ebi, Dharma dan Ipin yang memang penasaran banget sama Zara pun menghampiri Dio. Ikut melihat layar ponsel yang kini masih menampilkan story Kayla. "Yang mana?" Tanya Ipin, karena disana ada empat cewek dan Ipin tidak kenal semua. "Jangan bilang yang pakai kerudung merah muda?" Ucap Ebi. "Iya bener, yang kerudung merah muda emang keliatan asing banget. Iya kan yo?" Kali ini Dharma ikut menyauti. "Iya." Tanpa disangka, Dio mengiyakan ucapan ketiga temannya. Membuat ketiga temannya sangat terkejut. "Waw! Selera lo kenapa jadi turun?" Ipin dan Ebi ngakak mendengar ucapan jujur dari Dharma. "Kenapa emang? Dia cantik banget kok." Jawab Dio nggak terima. "Nggak papa sih, tapi nggak biasanya lo suka cewek berhijab." Jelas Dharma. "Nggak tau deh, pokoknya lihat dia senyum gini aja gue udah bahagia." Ucap Dio seraya memeluk ponsel Ebi. Membuat ketiga temannya menatapnya ilfeel. "Yaudah, ini kesempatan yang bagus!" Ucap Dharma seolah tau segalanya. "Kenapa?" "Lo minta bantuan aja sama Kayla mantan lo, buat kenalan sama Zara." "Masak iya minta kenalan cewek lain sama mantan. Jangan Dio, nanti lo dikatain nggak punya hati." Ucap Ipin tak setuju. "Iya, seenggaknya jaga hati Kayla lah. Pasti tuh cewek juga nggak suka kalau nyomblangin mantannya sendiri." Ebi emang paling punya hati diantara keempat temannya. "Emang Keila yang mana sih?" Dio masih saja tak ingat yang mana Keila. . "Mantan sendiri dia lupa, Ya Allah." Ucap Dharma frustasi. "Yang rambutnya panjang, bando pink." Ucap Ebi. "Oh dia, inget gue sekarang." Ucap Dio seraya tersenyum lega. Akhirya dia ingat yang mana Keila, "makin cantik ya dia." "Namanya juga mantan, udah putus makin cantik." Ucap ipin. "Huahahahah bener." Dharma tergelak. "Tapi tetep lah Zara yang paling cantik." Ucap Dio yang membuat ketiga temannya menyorakinya. "Oeeeeee!!" "Udah ikutin kata gue, minta bantuan Kayla aja biar lo sama Zara makin deket." Dharma masih saja memberikan ide gila itu. Tapi yang lebih gila lagi, Dio nurut. Buktinya sekarang Dio lagi cari hpnya. Entah buat apa, kemungkinan besar sih buat menghubungi Kayla. --- Drrt...drrt.... Ponsel Kayla bergetar sebentar, tanda jika ada pemberitahuan i********: yang masuk. Keila yang berada di sampingnya pun sontak saja langsung meraih ponselnya. Dan betapa terkejutnya ketika ia menemukan nama mantan terbrengseknya disana. Siapa lagi kalau bukan dio. Febridio7 : Kay, gue boleh minta nomer hpnya zara nggak? Mata Kayla membulat. Rasanya amarahnya ingin membuncah. Bisa-bisanya nih mantan nge-dm malah tanyain nomer cewek lain. Bukannya minta maaf atu gimana kek. Huh, pokoknya Keila kesel banget. Ingin rasanya gadis itu membunuh Dio sekarang juga. Sayangnya Dio terlalu tampan untuk dibunuh begitu saja. Tapi yang bikin heran, kenapa Dio tau Zara? "Ra gue mau tanya sama lo!" Ucap Kayla dengan penuh penekanan. Seolah menandakan jika dia tengah berbicara serius sekarang. Nina dan Mayang yang tadinya sibuk sama ponselnya masing-masing pun kini juga ikut penasaran. "Apa?" "Lo kenal Dio?" "Dio anak sebelas ipa tiga?" Ucap Zara. "Iya, lo kenal dia?" Dengan polosnya, Zara mengangguk. Membuat ketiga anak manusia yang ada disana menahan nafas dan merasa kecewa dengan Zara. Seingat mereka Zara sudah mereka peringatkan, kenapa gadis itu masih saja mengenal Dio. "Dia minta nomer lo." Ucap Kayla yang membuat Nina dan Mayang semakin terkejut, yang sama terkejutnya dengan Zara. Mereka pun duduk mendekat dimana Zara berada. "Kok bisa sih Raa!!" Ucap Nina panik. "Kan gue udah bilang jangan berhubungan dengan Dio. Dio itu playboy!!" "Gue ngga tau kalau itu Dio yang lo maksud Na." nina emang uda cerita masalah apapun di sekolah. Termasuk cerita tentang Dio yang playboy sekolah. "Pokoknya sekarang lo jangan berhubungan lagi sama Dio. Lo jauhin Dio. Lo tau kan Ra, Dio itu gimana. Gue nggak mau lo jadi korbannya Dio." Ucap Nina seraya menahan amarahnya. Zara mengangguk, kemudian diam. Ia masih tidak percaya jika Dio yang dimaksud teman-temannya adalah Dio yang ia kenal. Seketika hatinya menjadi sesak entah kenapa. Mungkin ini jawaban dari doa-doanya...mungkin ini jawaban dari kekhawatirannya...setelah ini Zara janji tidak akan bersikap baik atau memikirkan cowok itu lagi. Tbc! Xoxo, muffnr♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD