Di Apartemen (2)

633 Words
Pram masih berada di apartemen Nina, padahal sudah jam 8.30 malam, belum ada tanda-tanda dia mau pulang. Nina memilih untuk menyalakan televisi di ruang tamu, dan memencet remot untuk memilih series yang ingin di tonton di saluran berbayar. "Aku mau ajak kamu ke acara ulang tahun Mama ku, 2 minggu lagi." "Apa ngga terlalu cepat? Kita baru beberapa jam pacaran loh." "Ngga ada yg terlalu cepat, semua tepat waktu. Kalau kamu ngga ikut, aku mungkin juga ngga datang. Karena biasanya acara begitu jadi ajang orang tua buat mencarikan jodoh untuk anaknya. Dan aku akan terbebas dari perjodohan kalau aku bawa kamu." Nina mendengus mendengar kata-kata Pram, "Udah kaya rantang aja aku dibawa-bawa." Suara tawa Pram menggelegar di ruang tamu itu. Sungguh dia akui Nina mampu menghidupkan suasana hatinya, sudah lama dia tidak pernah merasakan hal ini lagi. Memang berpacaran yang tanpa tujuan pansos seperti ini yang dia cari, sayangnya dia harus menunggu sampai bertahun-tahun. "Malah ketawa lagi..." "Udah, jangan ngomongin rantang, aku malah kepikiran isinya nanti." Nina menepuk pelan lengan Pram, sepertinya paham arah pembicaraannya, dia juga perlu tahu apa yang Pram inginkan darinya "Kamu selalu tidur sama mantan-mantan kamu ya?" Pram terlihat tenang, tapi jantungnya bertalu-talu, padahal dia sudah biasa menghadapi perempuan, dia harus mengaku, kalau sejak awal bertemu memang dia sudah tertarik dengan Nina, dan dia tidak menduga kalau Nina sudah punya anak. "Iya... Mereka sering 'menyerahkan diri' tanpa aku minta. Tapi setelah selesai berhubungan biasanya ya mereka minta dibelikan sesuatu." "Haaahh?? Kamu jadi sugar Daddy gitu?" "Iya bisa dibilang begitu. Kamu maunya gimana? Kita perlu bicarakan hal ini sebelum semuanya terlambat. Jujur, aku punya kebutuhan biologis juga, dan udah setahun aku puasa. Kalau kamu ngga mau melakukan itu dengan ku, aku akan coba untuk nahan diri." Pram menghela nafas dalam, jujur ini terasa berat untuknya, "tapi mungkin aku mau kita nikah sesegera mungkin, karena puasa kelamaan ngga enak juga. So, aku butuh jawaban kamu lagi untuk yang ini." *** POV Nina Munafik sebenarnya kalau aku bilang aku tidak rindu disentuh oleh pria dewasa. Aku juga ingin, tapi tidak menyangka juga bahwa harus memilih hal yang belum pernah aku jalani sebelumnya. Berhubungan sebelum menikah atau menikah sesegera mungkin. Jujur sebenarnya belum terpikir untuk menikah kembali, walaupun mungkin anak-anak, Papi dan Mami tidak akan keberatan, hanya saja, ada sedikit perasaan yang belum siap kalau harus menjalani rumah tangga lagi. "Aku setuju dengan s*x before marriage. Tapi aku mau minta untuk kita screening kesehatan, aku mau divaksin HPV juga dan aku harus pakai alat KB IUD, karena aku tidak mau aku hamil duluan." Ah... Selalu saja tersenyum, manis lagi. Kayanya memang mantan playboy kelas kakap nih orang. "Pilihan yang cukup bijak. Besok pagi kita ke RS dulu kalo gitu ya, aku jemput nanti. Bisa kan kamu masuk siang?" "Bisa. Aku ready jam 7 besok pagi ya. Sekarang kamu pulang dulu kalo gitu, aku udah ngantuk ini." "Apa aku nginep aja ya? Jadi besok kita pergi bareng langsung?" "Jangan macam-macam ya, baru diiyain 1 minta 2. Udah pulang dulu deh." Pram selalu bisa membuat ku salah tingkah. Iya ini pertama kalinya ada pria yang blak-blakan minta tidur dengan ku, ya karena memang dulu aku dan Erick sama-sama perjaka dan gadis, jadi pacaran kami pun selayaknya orang yang berpacaran. Walau sering berdua, tapi tidak pernah lebih dari berciuman. Dia bangkit berdiri dan membereskan dompet, ponsel dan kunci mobilnya. Aku ikut berdiri berhadapan dengannya, menyentuh pipinya mengusapnya dan memberinya kecupan di pipi satunya. Satu tangannya melingkari memeluk bahu ku dan yang satu menahan kepala ku, segera kami berciuman di ruang tamu apartemen ku. "Sudah pulang sana gih... Nanti makin banyak mintanya kamu..." "Hahaha tau aja kamu. Aku bawa kondom kok kalo kamu mau." "Pulang! Atau ngga jadi sekalian semuanya besok?" "Iyaa iyaa aku pulang deh... Huuh galak amat sih pacar aku... Tapi aku sayang, gimana dong...?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD