POV Nina
Okay, mungkin ini benar-benar hanya perasaan ku saja. Mama Pram terlihat tidak terlalu ramah bagi ku, karena terasa berbeda respon keluarga ku saat bertemu Pram dan saat respon Mama Pram melihat ku.
Aku segera menepis perasaan itu, karena tak lama kemudian seorang wanita yang aku kenal sebagai customer bakery ku, datang menghampiri kami,
"Pram, kata Mama lu pacaran sama ownernya bakery langganan kita? Mana kok ga lu kenalin ke gue?"
Pram tersenyum melihat ke arah Cicinya dan kemudian mengenalkan kami berdua,
"Lah ini orangnya Ci, kenalin, ini Nina, sayang, ini Cici aku, one of your loyal customer."
Aku berdiri dan bersalaman dengan Ci Nova, dia kemudian menarik ku untuk berpelukan,
"Aaahhh ngga nyangka banget bisa ketemu sama kamu... Salam kenal ya Nina. Makasih banget kamu mau datang loh..."
"Iya Bu, salam kenal ya.."
"Kenal sama Pram dimana?"
"Itu Bu, acara ulang tahun CG beberapa bulan yang lalu."
"Oohh... Gitu... Eh jangan panggil Ibu dong, tua banget. Cici aja.. hehe kamu udah lama pacaran sama Pram?"
***
Tamu-tamu bersorak gembira menyanyikan lagu selamat ulang tahun, belum lagi staf-staf restoran juga ikut bernyanyi. Terdapat dua buah kue yang bertingkat di meja depan. Terlihat Pram dan Ci Nova dan keluarga kecilnya mendampingi Mama di depan.
Aku menolak untuk ikut maju ke depan, pamali katanya kalau belum ada kepastian hubungan kami untuk aku ikut berfoto-foto. Ada benarnya juga sih, tidak enak saja nanti kalau dilihat fotonya oleh pasangan kalau ternyata dia tidak berjodoh dengan kita.
Kami semua kembali ke meja masing-masing dan Ci Nova menghampiri ku yang masih berdiri menunggunya,
"Na, boleh minta tolong ngga potongin kuenya?"
Jelas saja aku langsung menyetujui permintaannya, bukan hal sulit bagi ku. Di meja sudah tersedia pisau kue yang dipinjamkan oleh restaurant, aku membersihkannya dahulu dengan tissue. Kemudian ada 2 orang pihak EO yang membantu menyiapkan piring dan garpu.
Saat pihak EO menyatakan bahwa kue yang disajikan sudah cukup, maka aku memindahkan sisa kue yang masih ada. Lalu kue yang masih utuh, dimasukkan kembali oleh EO ke dalam kemasannya.
"Ci, ini kuenya enak banget deh. Beli dimana ya Ci?"
Salah satu petugas EO bertanya kepadaku,
"Oh ini Kak, ini nama bakerynya."
"Bisa bikin kue pengantin ngga ya mereka?"
"Bisa, mau buat kapan?"
"Loh emang Cici tahu?'
"Hehe... Saya ownernya Kak. Ini kartu nama saya, datang ke bakery aja nanti, atau misalnya ga sempet, kontak ke WA saya aja."
"Makasih ya Ci... Ijin ya Ci, nanti saya tag akun medsos bakerynya ya buat postingan foto."
"Oh boleh banget, makasih juga. Nanti kabarin aja ya maunya gimana kuenya."
EO tersebut menyimpan kartu nama yang aku berikan ke dalam tasnya. Tak disangka rejeki bisa berasal dari mana saja.
Aku juga mendengar pujian dari tamu-tamu undangan yang mengatakan bahwa kuenya enak, mereka banyak bertanya dimana bisa membeli. Mama Pram yang memang sedang berada di meja tersebut menjawab,
"Tau B&C Bakery ngga yang di Jatinegara? Itu Nova beli disana, tuh yang punya temannya Pram. Kue yang satu lagi juga pesan disana. Yang terkenal itu kan lapis legitnya memang, coba bentar aku panggilin temannya Pram. Pram, mana Nina?"
"Oh, sayang, sini deh."
Aku sebenarnya sudah dengar, hanya aku masih menahan diri saja supaya tidak terlalu geer. Tapi aku bangga juga sih, walaupun hanya dibilang teman.
***
"Ma, aku anterin Nina pulang dulu."
"Oh sudah mau pulang ya... Terima kasih ya kue dan hadiahnya. Nanti diajak main ke rumah ya Pram."
"Sama-sama Tante, sampai jumpa lagi Tante."
Ci Nova tanpa sungkan segera mengajak ku berpelukan dan cipika cipiki,
"Nanti ketemuan lagi ya sambil makan.. Mampir ke rumah juga ya... Diajak loh Pram, jangan engga."
"Iyaa iyaaa... Ya ampun... Ya udah, yuk kita pulang. Bye Ma, bye Ci."
***
Pram membawa kendaraannya melaju dengan kecepatan sedang malam ini, jalanan sudah tidak terlalu padat seperti sore tadi. Santai, perut sudah kenyang, rasanya mulai sedikit mengantuk.
"Sayang, kita besok keluar sama anak-anak yuk..."
"Oh... Besok siang itu aku mau pulang ke rumah sih, tapi mau bikin roti buat dijual di sekolah mereka. Katanya Senin mereka ada acara Market Day."
"Ya udah aku ikut kalo gitu. Berarti Senin kamu anter mereka sekolah dulu?"
"Iya, dua hari biasanya. Rencananya aku mau bikin roti, lusa aku bikin macaroni panggang sama spaghetti brulee gitu."
"Wah.. ngebayanginnya aja aku udah lapar..."
"Kalau kamu mau aku bisa bikinin buat kamu, tapi kamu temenin aku belanja bahannya dulu ya di supermarket."
"Okay, siap laksanakan pokoknya. Malam ini aku nginep di tempat kamu ya?"
"Ih... Ya engga dong, kamu pulang aja. Besok jam berapa baru kamu jemput aku."
"Ahh... Aku capek banget sayang, ngantuk nih, ntar kalo aku kenapa-kenapa di jalan gimana?"
Aku hanya memutar mata ku mendengarkan ucapan Pram yang penuh dengan dusta.
"Modus banget dih..."